India Tingkatkan Kerja Sama Militer dengan Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • India sukses meluncurkan rudal jelajah subsonik Nirbhay yang didesain dan dikembangkan oleh Defence Research & Development Organisation (DRDO). Rudal ini diluncurkan secara vertikal dan dirancang sebagai rudal dengan akurasi tiggi dan siluman, sama seperti rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat dan Babur milik Pakistan. Nirbhay mampu terbang pada ketinggian 500 m dan 4 km di atas permukaan bumi. ndtv.com

    India sukses meluncurkan rudal jelajah subsonik Nirbhay yang didesain dan dikembangkan oleh Defence Research & Development Organisation (DRDO). Rudal ini diluncurkan secara vertikal dan dirancang sebagai rudal dengan akurasi tiggi dan siluman, sama seperti rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat dan Babur milik Pakistan. Nirbhay mampu terbang pada ketinggian 500 m dan 4 km di atas permukaan bumi. ndtv.com

    TEMPO.CONew Delhi - India berencana mengirim lebih banyak senjata ke Afganistan guna membantu memerangi milisi dan ekstremis di negara itu. Namun Pakistan khawatir pada kerja sama militer yang semakin erat di antara negara-negara tetangganya di timur dan barat tersebut. 

    India mengalokasikan dana lebih dari US$ 2 miliar (Rp 26,4 triliun) sebagai bantuan ekonomi kepada Afganistan sejak 15 tahun lalu. Namun New Delhi membatasi pasokan senjata untuk menghindari reaksi Pakistan, yang melihat Afganistan sebagai wilayah pengaruhnya.

    Desember tahun lalu, India mengumumkan mengirim empat helikopter tempur ke Afganistan, yang merupakan kiriman peralatan perang pertama sejak Taliban digulingkan.

    Kabul langsung mengerahkan tiga helikopter Mi-25 buatan Rusia itu untuk mengejar milisi dan yang keempat akan digunakan dalam waktu beberapa minggu ke depan.

    Duta Besar Afganistan untuk India, Shaida Mohammad Abdali, mengatakan keamanan regional semakin buruk dan tentara Afganistan sangat membutuhkan pasokan militer untuk menangani Taliban, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), serta kelompok militan lain.

    "Kami berterima kasih di atas empat helikopter itu. Namun kami masih membutuhkan lebih banyak lagi. Hari ini kami berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan semua orang di wilayah ini, termasuk India," katanya, seperti dilansir Reuters, Selasa, 23 Agustus 2016.

    Pada 29 Agustus mendatang, kepala militer Afganistan, Jenderal Qadam Shah Shahim, akan menyerahkan daftar peralatan militer yang disusun berdasarkan konsultasi dengan militer Amerika Serikat.

    Tidak jelas berapa banyak yang akan dibayar dan berapa yang akan diberikan secara gratis.

    Peralatan tersebut mencakup Mi-25, helikopter yang lebih kecil yang digunakan untuk mengangkut pasukan dan peralatan darurat medis serta suku cadang untuk pesawat buatan Rusia dalam armada angkatan udara Afganistan.

    Peningkatan kerja sama India-Afganistan menambah kekhawatiran Pakistan.  Afganistan mengatakan Pakistan harus bekerja lebih keras untuk menghentikan milisi beroperasi di wilayahnya, sedangkan India menyalahkan Pakistan soal kerusuhan di wilayah sengketa Kashmir.

    THE HINDU | REUTERS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.