Politisi Hungaria Usulkan Kepala Babi untuk Menangkis Imigran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imigran asal Suriah memberikan putrinya pada rekannya saat akan melintasi pagar berduri perbatasan Hungaria dan Serbia di Roszke, 26 Agustus 2015. REUTERS/Laszlo Balogh

    Imigran asal Suriah memberikan putrinya pada rekannya saat akan melintasi pagar berduri perbatasan Hungaria dan Serbia di Roszke, 26 Agustus 2015. REUTERS/Laszlo Balogh

    TEMPO.CO, Budapest - Anggota Parlemen Eropa asal Hungaria mengusulkan untuk menghadang pengungsi dan imigran Islam dengan menggantungkan kepala babi di perbatasan. Pernyataan itu menuai kemarahan publik.

    Gyorgy Schopflin yang duduk di Komite Parlemen Eropa Urusan Luar Negeri mengungkapkan gagasan itu lewat cuitan di Twitter dalam debat  dengan aktivis hak asasi manusia.

    Berawal saat Direktur Human Rights Watch divisi Eropa, Andrew Stroehlein, lewat akun Twitter mengkritik penggunaan orang-orangan dengan bentuk wajah menakutkan untuk mencegah pengungsi yang mencoba menyeberang perbatasan dari Serbia.

    "Pelarian melarikan diri dari perang dan kekerasan, Hungaria. Orang-orangan itu tidak akan menghalangi mereka," kicau Stroehlein di Twitter, seperti yang dilansir Sky News pada 22 Agustus 2016.

    Schopflin, lantas me-retweet kicauan itu dengan balasan, "Orang-orangan itu mungkin menakutkan, tetapi tidak haram. Kepala babi akan lebih efektif."

    Karuan saja cuitan itu langsung dikecam Stroehlein. "Kepala babi adalah ide yang buruk. Realitas terburuk di perbatasan Hungaria adalah kekerasan terhadap anak-anak," kicaunya membalas.

    Para netizen dari seluruh dunia pun menghujatnya.

    Penggunaan orang-orangan dengan topeng aneh itu dilaporkan pertama kali pada minggu lalu oleh wartawan Hungaria. Tidak jelas siapa melakukannya tetapi tidak ada usaha oleh polisi atau tentara Hungaria untuk membuang orang-orangan itu.

    Hongaria menutup perbatasan selatan dengan Serbia sejak tahun lalu setelah sekitar satu juta pengungsi dan imigran yang sebagaian besar berasal dari Suriah, berusaha untuk melakukan perjalanan dari Turki, melalui Yunani dan sepanjang rute Balkan ke Jerman dan Skandinavia.

    Hungaria kemudian mengerahkan polisi dan tentara tambahan, membangun pagar berduri-kawat dan menyatakan keadaan darurat.

    Dalam laporan bulan lalu, Human Rights Watch mengatakan bahwa para imigran dan pengungsi di perbatasan Hungaria dengan Serbia terpaksa kembali, setelah mendapat perlakuan kejam. Pengungsi telah diserang oleh anjing penjaga, semprotan merica dan dipukuli dengan tongkat.

    Selain Hungaria, Makedonia dan Kroasia, juga telah mendirikan pagar kawat berduri untuk mencoba menghentikan pengungsi menyeberang ke negara itu.

    GUARDIAN | SKY NEWS | TELEGRAPH | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.