Menteri Agama: Rencana FPI Jihad Ke Irak Konyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Agama Said Agil Almunawar menilai rencana Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habieb Rizieq Shihab untuk melakukan jihad ke Irak merupakan tindakan yang konyol. Karena itu, ia meminta FPI memikirkan ulang rencana tersebut. Untuk apa? Ke sana hanya konyol saja nanti. Pikirkanlah yang matang, kata Said Agil usai mendampingi ikatan puteri-puteri NU menghadap wakil presiden Hamzah Haz di istana wapres, Jakarta, Senin (24/3) Menurut menteri Agama, jihad bentuknya macam-macam, tidak harus berangkat ke Irak untuk membantu secara fisik. Apalagi masyarakat Indonesia tidak paham betul medan perang di Irak, termasuk alat apa yang dibawa dan dibutuhkan di sana. PBB aja nggak bisa berbuat apa-apa, kata dia. Kendati demikian, pemerintah tidak akan membuat seruan khusus atas rencana jihad itu. Pemerintah juga tidak akan melarang warga Indonesia, misalnya FPI, yang bermaksud jihad ke sana. Meskipun demikian, ia menilai jihad itu tidak akan efektif, sama seperti jihad yang pernah dilakukan dalam perang Afghanistan tahun lalu. Bukan menteri agama yang bisa melarang, kata dia. Ia menegaskan solidaritas terhadap krisis Irak boleh saja dilakukan. Ia pun mengaku memiliki solidaritas yang sama atas kasus Irak itu, tapi ia meminta rasa solidaritas itu tidak diwujudkan dalam bentuk yang anarkis dan dalam konteks yang benar. Dikatakan pula bahwa perang Irak-AS ini bukanlah perang agama, melainkan murni politik, yaitu untuk menguasai ladang minyak. Dalam waktu dekat, Said Agil menambahkan, pemerintah akan mengirimkan sumbangan kemanusiaan bagi korban krisis Irak. Saat ini bantuan sedang disiapkan, namun ia belum bisa menyebutkan sumbangan yang dimaksud berupa apa. Nanti sedang disiapkan, kata dia. Retno Sulistyowati TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.