Motif Bom Bunuh Diri di Turki Diduga Balas Dendam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesedihan kerabat yang berada di depan kamar mayat rumah sakit setelah seorang melakukan pemboman pada perayaan pernikahan di kota Turki Gaziantepdi, Turki, 21 Agustus 2016. Sedikitnya 30 orang tewas dan 94 orang lainnya mengalami luka-luka. REUTERS/Osman Orsal

    Kesedihan kerabat yang berada di depan kamar mayat rumah sakit setelah seorang melakukan pemboman pada perayaan pernikahan di kota Turki Gaziantepdi, Turki, 21 Agustus 2016. Sedikitnya 30 orang tewas dan 94 orang lainnya mengalami luka-luka. REUTERS/Osman Orsal

    TEMPO.COJakarta - Seorang kolumnis Turki Abdulkadir Selvi mengatakan mungkin motif serangan bom bunuh diri di pesta pernikahan warga Kurdi di Gaziantep, Turki adalah balas dendam. 

    Menurut dia, pasukan keamanan Turki percaya bahwa serangan itu balasan dari para pejuang ISIS yang pernah diserang kelompok dari suku Kurdi. “Serangan kedua oleh kelompok suku Kurdi dan pasukan oposisi pro-Ankara Suriah terhadap ISIS,” kata Selvi seperti dilansir Al Jazeera, Senin, 22 Agustus 2016. 

    Selvi menuturkan, serangan itu diduga datang dari perbatasan Turki dengan Suriah. Bahkan ia mengatakan kelompok ISIS telah membangun semacam terowongan yang menghubungkan Gaziantep dan Istanbul. 

    Pemimpin Partai Rakyat Demokratik pro-Kurdi Selahattin Demirtas menambahkan, semua korban tewas adalah warga Kurdi. Sebanyak 54 orang korban serangan bom bunuh diri ini tewas dan 13 orang di antaranya perempuan. Sedikitnya 22 dari total korban masih berusia di bawah 14 tahun. (Baca: Separuh Korban Bom Bunuh Diri Turki Masih Anak-anak)

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bom bunuh diri yang terjadi pada Sabtu malam lalu di Kota Gaziantep, dekat Suriah, dilakukan oleh anak berusia antara 12-14 tahun. Ia menuding kelompok ISIS sebagai pelaku. Pihaknya kini telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri untuk memastikan identitasnya. 

    Al JAZEERA | DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.