Korea Utara Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan RI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes RI  untuk Korea Utara Bambang Hiendrasto dan Wakil Menlu Korea Utara Ri Kil Song serta tamu undangan bersulang  dalam resepsi diplomatik Peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Pyongyang, 18 Agustus 2016 (Foto: KBRI Pyongyang)

    Dubes RI untuk Korea Utara Bambang Hiendrasto dan Wakil Menlu Korea Utara Ri Kil Song serta tamu undangan bersulang dalam resepsi diplomatik Peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Pyongyang, 18 Agustus 2016 (Foto: KBRI Pyongyang)

    TEMPO.CO, Pyongyang  -  Wakil Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), Ri Kil Song menyampaikan selamat dan salam hangat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang merayakan HUT ke-71 kemerdekaan.

    “Tujuh puluh satu tahun yang lalu setelah melalui perjuangan panjang dan gigih rakyat Indonesia berhasil mengakhiri dominasi asing dan mencapai kemerdekaannya,” kata Ri dalam sambutan pada resepsi HUT RI ke-71 di Taedonggang Diplomatic Club, Pyongyang, 18 Agustus 2016.  

    “Setelah kemerdekaan, rakyat Indonesia berhasil meraih banyak kesuksesan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya guna mencapai rekonsiliasi nasional dan keberhasilan pembangunan ekonomi,” tambah dia.

    Dia juga memuji upaya pemerintah dan rakyat Indonesia dalam meningkatkan kekuatan nasional dan posisinya di dunia internasional sebagai salah satu negara pendiri Gerakan Nonblok di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

    Ri mendoakan agar Presiden Joko Widodo akan berhasil pada tahun-tahun mendatang guna mencapai tujuan pembangunan Indonesia baru.

    Di sambutan, Ri menyatakan bahwa Korea Utara menghargai tradisi hubungan persahabatan dengan Indonesia yang dibangun oleh pemimpin terdahulu kedua negara.

    “Pemerintah Korea Utara konsisten dengan posisinya yang menilai penting hubungan persahabatan dan kerja samanya dengan Indonesia serta terus memperluas dan mengembangkannya,” kata dia.  Ke depannya, lanjut Ri, Korea Utara akan berupaya aktif meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral sesuai dengan tuntutan abad baru dan  kehendak rakyat kedua negara.

    Sebelum itu, Duta Besar RI untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus atas kehadiran tamu undangan serta atas persahabatannya dengan Indonesia.

    Dubes Bambang  menceritakan bagaimana HUT RI dirayakan di dalam maupun di luar negeri.

    Di dalam negeri, berbagai kegiatan diselenggarakan mulai dari yang bersifat resmi kenegaraan hingga pawai, pertandingan olahraga, perlombaan dan kegiatan sosial oleh masyarakat di lingkungannya masing-masing serta obral, diskon khusus di pertokoan, mal sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Dia juga  menegaskan bahwa hubungan bilateral  Indonesia dan Korea Utara, yang fondasinya diletakkan oleh Presiden Soekarno dan Presiden Kim Il Sung  52 tahun lalu, yang hingga kini  terpelihara dengan baik.

    Dubes Bambang menyampaikan apresiasi atas persahabatan, kerja sama, dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Korea Utara kepada KBRI Pyongyang dalam rangka melaksanakan tugasnya. 

    Selain Ri yang hadir sebagai tamu kehormatan, resepsi juga dihadiri oleh pejabat partai, sipil dan militer Korea Utara, korps diplomatik, atase pertahanan dan militer, pejabat  Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional serta keluarga besar KBRI Pyongyang.

    Pada resepsi diplomatik itu, KBRI Pyongyang mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menayangkan video kompilasi obyek wisata di Indonesia berjudul Wonderful Indonesia.

    Tayangan tersebut mendapat apresiasi tamu undangan, dan beberapa diantaranya meminta salinan video tersebut karena berminat untuk berkunjung ke Indonesia.

    Sehari sebelumnya, KBRI Pyongyang menyelenggarakan upacara bendera Peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di halaman depan Wisma Duta, diikuti keluarga besar KBRI dan masyarakat Indonesia serta staf lokal Korea Utara.

    Bertindak selaku inspektur upacara adalah Duta Besar RI dan sebagai petugas upacara adalah staf KBRI dan pelajar Indonesia yang salah satu diantaranya berkewarganegaran ganda.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.