Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Perbatasan Turki, 22 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas kepolisian berjaga di Bandara Internasional Ataturk usai terjadinya ledakan bom bunuh diri di Istanbul Turki, 29 Juni 2016. REUTERS

    Seorang petugas kepolisian berjaga di Bandara Internasional Ataturk usai terjadinya ledakan bom bunuh diri di Istanbul Turki, 29 Juni 2016. REUTERS

    TEMPO.COGaziantep - Satu ledakan terjadi di dekat acara pernikahan di Gaziantep, kota bagian selatan Turki, menjelang Sabtu tengah malam, 21 Agustus 2016, waktu setempat, atau Ahad subuh waktu Indonesia. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini.

    Gubernur Gaziantep Ali Yerlikaya menyatakan ledakan itu menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 94 penduduk. Pemerintah menyebut kejadian itu sebagai serangan teror oleh pelaku bom bunuh diri.

    Gaziantep merupakan kota yang banyak dihuni kaum Kurdi yang berjarak sekitar 64 kilometer dari perbatasan Suriah. "Ada orang yang kehilangan nyawa mereka dan kami punya informasi awal yang menunjukkan kejadian itu sebagai serangan bom," kata Mehmet Erdogan, anggota Parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan, seperti dilansir BBC.

    Belum diketahui pasti apakah Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS berada di balik serangan tersebut. Namun sumber di pemerintahan menyebutkan ISIS bisa saja melakukan itu karena dikenal memiliki mata-mata di kota perbatasan Gaziantep.

    Ali menyebutkan serangan teror itu terjadi di Akdere, Distrik Sahinbey. Di bagian selatan Turki, beberapa ledakan dipastikan sering terjadi sepanjang tahun lalu. Kejadian itu berkaitan dengan perkembangan perang yang berkecamuk di Suriah.

    BBC | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.