Warga Australia Ramaikan HUT RI ke-71 di KBRI Canberra

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga negara Australia juga turut hadir dalam Peringatan HUT RI ke-71 di KBRI Canberra, Rabu, 17 Agustus 2016. (Foto: KBRI Canberra)

    Warga negara Australia juga turut hadir dalam Peringatan HUT RI ke-71 di KBRI Canberra, Rabu, 17 Agustus 2016. (Foto: KBRI Canberra)

    TEMPO.CO, Canberra - Sejumlah warga  negara Australia ikut meramaikan Perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 RI di Canberra, Australia, Rabu 17 Agustus 2016.   Mulai dari kalangan pejabat Australia, dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, Pertahanan, Pertanian, wartawan, peneliti, dosen, guru hingga mahasiswa dan pelajar ikut mengikuti upacara bendera dengan hikmat.

    "Hampir 20 pelajar SMA dari beberapa sekolah di Negara Bagian Victoria yang berjarak 800 hingga 1000 km dari Canberra secara khusus turut hadir. Anggota Pramuka Australia yang tergabung dalam Lake Ginnindera Sea Scouts didampingi orang tua dan seorang pembinanya, juga hadir," tulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra dalam rilis yang diterima Tempo.

    Masyarakat Indonesia di Australia pun tak kalah antusiasnya. Lantaran bukan hari libur,  mereka pun mengambil cuti atau minta izin untuk tidak bekerja, demi dapat mengikuti Upacara Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2016 yang digelar KBRI Canberra.

    Mahasiswa dan pelajar Indonesia pun dari beragam jenjang mulai sekolah dasar hingga universitas pun sengaja meminta izin dari sekolah. "Memang, ketika jauh dari Tanah Air, mengikuti Upacara Bendera, menjadi momentum yang sangat luar biasa untuk meningkatkan semangat kebangsaan," tulis KBRI Canberra.

    Bahkan saking antusiasnya, sebagian dari mereka sengaja datang satu jam sebelum upacara  yang dimulai pukul 10.00 pagi. Sandy Waer, mahasiswa asal Papua Barat yang tengah menuntut ilmu di Universitas Canberra mengaku bangga sekali berkesempatan merayakan upacara bendera di luar negeri ketika jauh dari Tanah Air. "Pengalaman seperti ini sangat langka," kata dia.

    Upacara Detik-detik Proklamasi ke-71 di Canberra dipimpin langsung oleh Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, dengan Komandan Upacara Mayor Laut (P) Ludfy.

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, momentum pengibaran Merah Putih saat menjadi acara yang ditunggu-tunggu. Tujuh belas anggota Paskibra yang terdiri atas pelajar Indonesia di bangku SMA di Canberra melatih diri selama tiga bulan.  Sebagian peserta Upacara yang turut menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' terlihat sangat haru ketika bendera Merah Putih berkibar.

    Dalam amanatnya, Dubes Nadjib mengajak semua masyarakat Indonesia di Australia untuk terus menggelorakan semangat juang dan berkorban  seperti yang diwariskan para pejuang nasional untuk membantu mewujudkan kejayaan Indonesia.

    Dubes RI juga menambahkan bahwa sejak dahulu Australia sudah merupakan salah satu mitra terdekat Indonesia. Hal ini tercermin dari dukungan Australia pada Indonesia di masa awal mempertahankan kemerdekaan Indonesia. "Kerjasama kedua negara ini sangat penting bagi kemaslahatan dan kesejahteraan kedua bangsa di masa yang akan datang," kata Dubes Nadjib.

    Usai Upacara, Georgia Potter, siswi kelas 10 dari Ballerine Secondary School di Geelong, Victoria, menunjukkan kebolehannya berpidato dalam Bahasa Indonesia secara fasih. Di awal dan akhir pidatonya, dia juga memekikkan kata 'Merdeka, Merdeka, Merdeka' secara lantang hingga membuat para hadirin  kagum.

    Dalam pidatonya, Georgia berharap hubungan Indonesia dan Australia akan terus menguat. "Bagi Australia, tidak ada negara yang lebih penting di dunia ini kecuali Indonesia," kata Georgia.

    Para diplomat KBRI Canberra secara khusus membawakan lagu us Hymne dan Mars Kementerian Luar Negeri. Keduanya merupakan gubahan Dubes Nadjib dan pertama kali diperkenalkan pada 1998.

    Pada kesempatan tersebut, Dubes Nadjib  menyematkan tanda jasa Presiden RI kepada Atase Pertahanan RI Brigjen Marinir Widad Prasojo Aji dan Counsellor Ekonomi KBRI Canberra Dr. Irwan Sinaga. Tanda jasa juga diberikan kepada Brigadir Gerry Hoogan,  mantan Atase Pertahanan Australia di Jakarta yang dinilai banyak berjasa dalam mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

    Tak ketinggalan  50-an anak-anak Indonesia di Canberra berusia antara dua  hingga 12 tahun menyumbangkan suara. Sambil mengibarkan bendera Merah Putih, mereka dengan antusias menyanyikan beberapa lagu perjuangan, seperti Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, Dari Sabang Sampai Merauke, dan Maju Tak Gentar.

    Menambah nuansa Tanah Air dalam acara tujuhbelasan, sekitar 400 masyarakat Indonesia dan Australia yang hadir disuguhi dengan nasi tumpeng lengkap dengan berbagai jenis masakan pelengkapnya, yakni ayam goreng, perkedel, urap, otak-otak ikan, tempe tahu bacem, kerupuk dan sambal goreng. Dubes Nadjib dan istrinya, Nino Riphat memberikan tumpeng kepada para penerima bintang jasa.

    Warga Australia yang hadir mengatakan bahwa pengalaman Detik-detik Proklamasi merupakan hal yang luar biasa bagi mereka. Joshua Arumets, siswa Saint Ignatius College di Geelong, Victoria  yang bersama teman-temannya membawa syal khusus bertuliskan 'Hari Kemerdekaan Indonesia, Canberra 2016", mengaku bangga berkesempatan ikut Upacara bendera karena belum pernah mengalaminya. "Ini pengalaman sekali dalam seumur hidup saya," ujarnya. 

    Sementara, temannya, Jessica Davey menyebut, "Perayaaan Hari Kemerdekaan Australia cenderung tidak terlalu resmi. Sementara Indonesia, upacaranya sangat resmi dan melibatkan semua orang dan kalangan".

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?