Pakistan dan Cina Bahas Perang Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Islamabad, AFP:Perdana Menteri Pakistan, Zafarullah Jamali, Senin ini (24/3) akan mengunjungi China untuk mendiskusikan perang Amerika-Irak dan masalah bilateral lainnya dengan pemimpin baru Beijing itu. Rencananya, kunjungan ini akan berlangsung selama tiga hari. Jamali adalah pemimpin negara pertama yang mengunjungi Cina sejak pemerintahan baru dibawah kepemimpinan presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao yang menjabat minggu lalu. Ini mencerminkan bahwa kami mempunyai hubungan yang dekat dengan Cina, kata Menteri Informasi Pakistan, Sheikh Rashid. Jamali sebelumnya membatalkan rencana kunjungan ke Amerika Serikat menyusul serangan Amerika terhadap Irak. Pemerintah Pakistan mengecam tindakan Amerika itu dan membicarakannya dengan Cina. Rakyat Pakistan sendiri mengecam tindakan Amerika menyerang Irak. Sekitar 200 ribu orang berdemonstrasi di kota Lahore, Minggu (23/3), aksi masa terbesar menentang perang. Islamabad dan Beijing, yang mengecam keras perang dan permusuhan, akan berkoordinasi dengan kebijakan-kebijakan luar negerinya masing-masing. Pakistan, sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB, memberikan usulan veto kepada Cina bulan lalu ketika Amerika berencana akan menyerang Irak. Selain masalah regional dan internasional, Sheikh mengatakan bahwa kemungkinan agenda pembicaraan juga menyangkut kerjasama dengan Cina beberapa proyek. Proyek itu antara lain pembangunan pelabuhan laut Gwadar, pengembangan potensi perairan, proyek minyak, modernisasi sarana angkutan Pakistan dan kerjasama bilateral dalam sektor pariwisata. Cina merupakan negara investor bagi Pakistan dalam berbagai proyek selama dua tahun ini. Mereka memberikan bantuan kepada Pakistan mencapai dua miliar dolar. Yandi --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.