Rusia Pertahankan Pangkalan Militer di Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2Pesawat jet Il-76 melepaskan bahan kimia dalam memadamkan api, saat berlatih di Noginsk, timur Moskow, Rusia, 7 September 2002. Kementerian Darurat Rusia  mengatakan bahwa pesawat pemadam kebakaran, Il-76 telah hilang di Siberia, pada 1 Juli, 2016. AP Photo

    2Pesawat jet Il-76 melepaskan bahan kimia dalam memadamkan api, saat berlatih di Noginsk, timur Moskow, Rusia, 7 September 2002. Kementerian Darurat Rusia mengatakan bahwa pesawat pemadam kebakaran, Il-76 telah hilang di Siberia, pada 1 Juli, 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia mengatakan, penggunaan pangkalan angkatan udara di Iran untuk misi pengeboman di Suriah tidak melanggar reolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, meskipun negaranya dilarang mengirimkan jet tempur untuk Teheran.

    "Tidak ada suplai, penjualan atau pengiriman jet perang  untuk Iran," kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Rabu, 17 Agusus 2016, seperti ditulis kantor berita Rusia, TASS. “Jet-jet tempur ini digunakan oleh Angkatan Udara Rusia dengan persetujuan Iran untuk operasi anti-teroris di Suriah atas permintaan resmi pemerintah Rusia,” tambahnya.

    Pernyataan Lavrov itu untuk menanggapi komentar juru bicara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner, yang sebelumnya mengatakan, Rusia mungkin melangar Resolusi PBB 2231 yang menggunakan wilayah Iran untuk melakukan serangan udara ke Suriah.

    Salah satu butir isi resolusi tersebut berbunyi pelarangan, penjualan atau memindahkan jet perang ke Iran kecuali mendapatkan persetujuan dari Dewan Keamanan PBB.

    Menurut Toner apa yang dilakukan oleh Rusia itu sangat disayangkan tetapi tidak mengejutkan. “Serangan udara Rusia yang dimaksudkan menghatam benteng pertahananan Negara Islam Irah dan Suriah (ISIS) namun kenyataannya menyasar pasukan oposisi moderat di Suriah.”

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.