Ledakan Bom Mobil di Turki, 6 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan khusus Turki menangkap 11 buronan yang terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada bulan lalu, di provinsi Mugla, Turki, 1 Agustus 2016. REUTERS/Kenan Gurbuz

    Pasukan khusus Turki menangkap 11 buronan yang terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada bulan lalu, di provinsi Mugla, Turki, 1 Agustus 2016. REUTERS/Kenan Gurbuz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya enam orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka terkena sambaran dua bom mobil di wilayah sebelah timur Turki.

    Menurut pejabat keamanan Turki, sebuah ledakan besar menghantam kawasan dekat kantor polisi di kota sebelah timurTurki, Elazig. “Akibat ledakan tersebut, tiga anggota kepolisian tewas,” media Turki melaporkan. “Beberapa jam kemudian, sebuah bom mobil meledak menewaskan tiga orang.”

    Siaran viedo yang diperoleh kantor berita swasta Dogan menunjukkan sebuah kepulan asap membumbung tinggi dari kawasan terjadinya ledakan, tetapi penyebab insiden tersebut belum diketahui.

    Mahmut Varol, wakil walikota Elazig, mengatakan, kendaraan yang diparkir di depan gedung hangus terbakar akibat terkena sambaran bom.

    “Video pertama yang merekam kejadian menunjukkan ada beberapa orang mengalami luka-luka, ambulans sibuk mengangkut para korban,” kata wartawan Al Jazeera, Reza Sayah, yang melaporkan kejadian tersebut dari Ganziantep, kota di perbatasan Turrki-Suriah.

    “Berdasarkan gambar yang ada di vedio tersebut, ini sebuah ledakan besar. Banyak gedung hancur. Kami melihat asap di udara dan banyak orang di sekitar tempat kejadian tampak bingung.”

    Beberapa jam sebelumnya, tiga orang, termasuk seorang anak tewas dan 70 korban lainnya luka-luka akibat serangan bom mobil di kota sebelah timur Turki, Van. Pejabat Turki menuding serangan tersebut dilancarkan oleh anggota partai Pekerja Turki (PKK).

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.