Survei AIC: Indonesia Lebih Positif Menilai Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Schapelle Leigh Corby merupakan terpidana 20 tahun kasus penyelundupan ganja di Bali. guardian.co.uk

    Schapelle Leigh Corby merupakan terpidana 20 tahun kasus penyelundupan ganja di Bali. guardian.co.uk

    TEMPO.CO, Sydney- Hasil penelitian terbaru The Australia-Indonesia Center (AIC) menyebutkan Indonesia lebih positif memandang Australia sebagai tetangga.  

    Hasil penelitian terbaru dan komprehensif  The Australia-Indonesia Center (AIC) yang dirilis pada Senin, 15 Agustus 2016 menyebutkan pandangan yang negatif dari warga Australia terhadap Indonesia dibandingkan sebaliknya dalam hal hidup bertetangga.

    Survei AIC yang diselenggarakan EY Sweeney menemukan pandangan lebih positif datang dari warga Indonesia terhadap Australia. Sebanyak 87 persen warga Indonesia yang disurvei mengatakan sepenuhnya menyenangkan hidup bertetangga dengan Australia, termasuk  22 persen memilih sangat menyenangkan.

    Sebanyak 43 persen warga Australia menyatakan sepenuhnya menyenangkan hidup bertetangga dengan Indonesia, termasuk 6 persen memilih sangat menyenangkan.

    Sydney Morning Herald, 15 Agustus 2016, yang memuat hasil survei AIC ini menjelaskan, di Australia, selain tantangan mengelola sikap hingga ke isu tingkat tinggi pada satu dekade terakhir, adalah pentingnya  menambahkan dimensi lemahnya pengetahuan dan pemahaman warga Australia mengenai Indonesia, selain Bali.  

    Kesenjangan pengetahuan diakui dalam survei ini, yakni 39 persen warga Australia yang disurvei ingin mempelajari lebih banyak lagi tentang Indonesia, dan 43 persen setuju bahwa pendidikan dasar mengenai Indonesia dapat ditingkatkan di sekolah-sekolah di Australia. Sebanyak 72 persen warga Australia yang mengikuti survei memilih berminat mempelajari budaya Indonesia.

    Sedangkan 57 persen warga Indonesia  menyatakan ingin belajar lebih banyak tentang Australia dan 59 persen setuju pendidikan dasar mengenai Australia harus ditingkatkan di sekolah-sekolah di Indonesia.

    Sebanyak 40 persen warga Indonesia dan 31 persen warga Australia percaya
    bahwa pendidikan dan pelatihan akan memiliki pengaruh terbesar pada kemakmuran masa depan.

    Di bidang perdagangan, sebanyak 65 persen warga Indonesia mengatakan Australia adalah mitra dagang penting dan 50 persen  warga Australia percaya bahwa pertumbuhan perdagangan akan membuat perbedaan besar dalam meningkatkan hubungan bilateral.

    Hasil positif dari survei persepsi yang diikuti  oleh 4.000 orang dengan wawancara langsung di Indonesia dan Australia serta 24 fokus group, adalah Indonesia dan Australia berbagi pandangan yang sama terkait perdagangan, pendidikan dan pariwisata.

    "Biasanya cerita terkait Indonesia dan Australia berfokus pada perbedaan. Namun ada persamaan yang tidak sedikit di antara keduanya," kata Marc L'Huillier, pemimpin penelitian tersebut.

    Dari penelitian tersebut juga ada beberapa pandangan yang berbeda antara kedua negara, salah satunya persepsi tentang kemakmuran di masa depan. 82 persen orang Indonesia percaya bahwa mereka akan lebih baik dalam waktu 10 tahun sementara hanya 23 persen  warga Australia yang berpikiran sama.

    SYDNEY MORNING HERALD | YON DEMA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.