Veteran Perang Amerika Serikat Protes Atas Invasi ke Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Para veteran perang yang meraih bintang jasa atas pertempuran di Jerman, Korea dan Vietanam mengelar aksi damai memprotes perang di Washington, Minggu (23/3) berdekatan dengan pengunjuk rasa yang mendukung perang. Kami tahu takut , sakit dan tegang akibat perang, kata Gene Glazer (78), veteran Perang Dunia II yang melakukan aksi protes terhadap perang di Irak. Saya berkabung untuk negaraku yang cantik, Amerika. Apa yang terjadi dengan perempuan yang mendambakan perdamaian di pelabuhan itu, ujar Glazer sambil menunjukkan Patung Liberti, New York. Sebagai tanda duka cita yang mendalam, Glazer dan veteran lainnya meletakkan karangan bunga di tempat monumen Perang Dunia II yang sedang dibangun. Upacara yang sama di lakukan di Vietnam dan Korea. Perang harus dihentikan, kata Woody Powell (70) sambil mengingatkan lebih dari 27 ribu tentara Amerika yang tewas dalam perang Korea 1950-1953. Malahan selalu ada yang lain, yang lain lagi dan sekarang ada lagi, kata Powell yang juga Ketua Kelompok Veteran untuk Perdamaian dan pernah berperang di Korea. Para pengunjuk rasa juga mengecam Presiden George W. Bush dan penasehatnya, yang menyatakan invasi ke Irak menunjukkan superioritas Amerika dengan intervensi militer lainnya. Perang dengan Irak tidak sah dan tidak adil, kata Jaime Vazque (53) yang mendapat bintang jasa dalam perang di Vietnam dan pernah cedera tahun 1968. Sebuah spanduk menyatakan rasa malu dan mendesak pemerintah yang bertuliskan Dukung tentara kita. Bawa pulang mereka. Sementara itu beberapa ratus meter dari aksi demonstrasi veteran ini, di depan Lincoln Memorial, ratusan demonstran memaki orang yang menentang perang, mendukung invasi ke Irak. Kami disini mendukung Amerika, James Parmele, pembaca acara tak show yang konseeervatif kepada orang-orang. Kita disini mendukung tentara kita dan mendukung Presiden Bush, katanya. Aziz Al Taee, Ketua Dewan Amerika- Irak, berterima kasih pada tindakan tentara Amerika di Irak, mengkritik kelompok yang anti perang dengan menentang intervensi dan memimpin kelompok itu menyatakan Bebaskan Irak Sekarang. Saddam, pembantai Baghdad, harus pergi kata al Taee. Edy Can --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.