Perang 2 Hari di Suriah, 22 Anak dan 23 Perempuan Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang pria melakukan pemeriksaan pada helikopter Rusia yang ditembak jatuh oleh pemberontak Suriah di Idib, 1 Agustus 2016. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Mi-8 helikopter transportasi militer telah ditembak jatuh setelah memberikan bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo. REUTERS/Ammar Abdullah

    Dua orang pria melakukan pemeriksaan pada helikopter Rusia yang ditembak jatuh oleh pemberontak Suriah di Idib, 1 Agustus 2016. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Mi-8 helikopter transportasi militer telah ditembak jatuh setelah memberikan bantuan kemanusiaan ke kota Aleppo. REUTERS/Ammar Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan warga sipil tewas setelah terjadi pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak selama dua hari sejak Jumat, 13 Agustus 2016.

    Menurut keterangan sejumlah aktivis setempat, lebih dari 180 warga sipil tewas, termasuk 22 anak-anak dan 23 perempuan. "Perang itu berlangsung sejak Jumat, menewaskan sekitar 180 orang," kata jaringan aktivis setempat Local Coordination Committeess, Minggu, 14 Agustus 2016.

    Menurut catatan Al Jazeera, sedikitnya 90 orang terbunuh pada Jumat, 13 Agustus 2016. Hari berikutnya, 83 orang tewas. Hampir semua korban tewas itu berada di Provinsi Aleppo.

    "Jumlah korban tewas sebanyak itu sangat mengejutkan," kata wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Gaziantep, sebuah kawasan di perbatasan Suriah-Turki.

    Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), organisasi pemantau hak asasi manusia yang bermarkas di Inggris, juga merilis jumlah korban tewas pada Ahad, 14 Agustus 2016. Organisasi ini menyebutkan korban tewas mencapai 327 orang, termasuk 76 anak-anak dan 41 perempuan, selama perang 15 hari di Aleppo.

    "Sedikitnya seratus dari 327 orang itu tewas akibat ledakan bom yang dijatuhkan jet tempur pasukan pemerintah. Sebanyak 126 korban tewas lain terkena peluru tajam pemberontak di kawasan yang dikuasai di Aleppo," tutur SOHR.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.