Polisi Anggap Serangan di Kereta Swiss Bukan Aksi Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Swiss - Polisi di Kota Gallen, Swiss, menilai serangan yang dilakukan seorang pria terhadap enam orang di kereta Swiss bukan sebuah ancaman terorisme. “Sebuah latar belakang terorisme masih sangat tampak tidak masuk akal,” kata seorang juru bicara kepolisian Gallen, Swiss, seperti dilansir Reuters, Sabtu, 14 Agustus 2016.

    Polisi menduga bahwa serangan tersebut dilakukan karena motif kejahatan pada umumnya. Mereka hingga saat ini menepis dugaan bahwa insiden itu mengindikasikan bentuk serangan terorisme. Namun polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan motif utama serangan yang dilakukan pria 27 tahun itu.

    Pria bersenjata pisau dan membawa cairan yang mudah terbakar menyerang kereta Swiss pada Sabtu di St. Gallen, Swiss, sekitar pukul 14.20 waktu setempat. Serangan itu dilakukan saat kereta mendekati Stasiun Salez dengan rute perjalanan Buchs menuju Sennwald di Kota Gallen, Swiss.

    Enam orang korban dan pelaku dikabarkan terluka. Enam orang tersebut terdiri atas tiga orang dewasa, dua orang yang masih berusia 17 tahun, dan seorang anak berusia 6 tahun dengan luka bakar dan tusukan. Mereka saat ini masih dirawat di rumah sakit.

    REUTERS | DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.