Bintang Bola Turki, Hakan Sukur, Kini Jadi Buronan Negaranya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, mengontrol bola dari hadangan mantan pesepakbola Besatas Mehmet Ozdilek setelah upacara pembukaan Stadion Fatih Terim di Stdaion Basaksehir, Istanbul (27/7). OZAN KOSE/AFP/Getty Images

    Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, mengontrol bola dari hadangan mantan pesepakbola Besatas Mehmet Ozdilek setelah upacara pembukaan Stadion Fatih Terim di Stdaion Basaksehir, Istanbul (27/7). OZAN KOSE/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakan Sukur, pemain sepak bola internasional dan anggota parlemen Turki, kini jadi buron nomor wahid  petugas keamanan negaranya. Sukur  diduga terlibat kudeta gagal pada Jumat, 15 Juli 2016, silam.

    Sukur juga dituduh menjadi anggota organisasi terlarang milik Fethullah Gullen, pria yang dituding berada di balik kudeta atas Erdogan. Gullen sudah menolak tudingan tersebut.

    Ini jelas perubahan drastis buat Sukur. Sebelumnya, Sukur adalah salah satu bintang tim nasional kesebalasan Turki pada Piala Dunia 2002. Dia berjasa melambungkan nama negeri itu di kancah internasional. Sepak bola adalah olahraga paling populer di Turki.

    Di tim nasional Turki, Sukur  adalah penyerang sejak 1997 hingga 2007. Selama karirnya di tim nasional Turki, Sukur menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan sebanyak 51 kali dari 112 penampilannya.

    Karir sepak bolanya melejit melalui kesebelasan Galatasaray di Istanbul, selanjutnya dia  merumput untuk Inter Milan, Parma, di Italia dan Blackburn Rovers, Inggris.

    Pada Piala Dunia 2002, Sukur mengagetkan pecandu sepak bola dunia lantaran menjebol gawang Korea Selatan ketika permainan baru dimulai 11 detik. Gol tersebut dianggap tercepat dalam sejarah Piala Dunia.

    Setelah gantung sepatu, Sukur meniti karir politik dan terpilih  menjadi anggota parlemen melalui partai pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yakni Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada 2011.

    Pada 2013, Sukur mengundurkan diri dari partai pada 2013 setelah Erdogan dan lingkungan dalamnya diduga terlibat korupsi. Sukur kemudian lompat pagar bergabung dengan organisasi yang berafiliasi dengan Gullen, pria yang menjadi musuh Erdogan.

    Belakangan, Sukur kerap menyampaikan keberatannya terhadap sikap pemerintah yang menutup sekolah-sekolah milik organisasi pimpinan Gullen, Hizmet, di Turki. Dia diduga kabur dari Turki pada Juni 2016 sehingga kini diadili in absentia dengan dakwaan menghina Erdogan melalui media sosial.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.