Belasan Bom Meledak di Thailand, KBRI Imbau WNI Hati-hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi lokasi ledakan bom di sebuah resor mewah di distrik Hua Hin, Thailand, 11 Agustus 2016. Dalam serangan ini, dua bom meledak setelah sebelumnya disembunyikan di pot tanaman. Dailynews vis REUTERS

    Kondisi lokasi ledakan bom di sebuah resor mewah di distrik Hua Hin, Thailand, 11 Agustus 2016. Dalam serangan ini, dua bom meledak setelah sebelumnya disembunyikan di pot tanaman. Dailynews vis REUTERS

    TEMPO.COBangkok - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengimbau warga Indonesia untuk berhati-hati menyusul serangkaian ledakan bom di lima provinsi di Thailand dari Kamis sampai Jumat, 12 Agustus 2016.

    "Sehubungan dengan terjadinya serangkaian ledakan bom di Trang, Huahin (dua kali), Sura Thani, Phuket, Nakhon Si Thammarat, Phang Nga, KBRI Bangkok senantiasa mengimbau masyarakat Indonesia yang berada di Thailand untuk bersikap hati-hati dan menjaga ketertiban umum," demikian pernyataan KBRI yang disebarkan melalui media sosial Twitter, @KBRI_Bangkok, dan Facebook "Komunitas Indonesia di Thailand".

    Dalam waktu kurang dari 24 jam, ledakan bom terjadi di Trang, Kota Pachuap Khiri Khan, Surat Thani, dan Kota Patong di Phuket. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan luka-luka.

    Seorang tewas dan enam luka-luka dalam ledakan di pusat perbelanjaan Center Point di Trang pada pukul 15.00, Kamis, 11 Agustus 2016.

    Dua ledakan lagi terjadi di Kota Hua Hin, Kamis malam, menewaskan seorang wanita Thailand dan melukai 21 orang, sepuluh di antaranya turis asing.

    Lalu, pukul 08.02, Jumat, 12 Agustus, dua ledakan terjadi di depan pos polisi kelautan dan pos polisi Mueang Surat Thani. Seorang tewas dan banyak lagi korban cedera.

    Dalam waktu hampir bersamaan, seorang luka-luka dalam ledakan di Pantai Patong. Polisi berhasil mengamankan satu bom lagi di Pantai Loma. Lalu, sekitar pukul 9 pagi, dua ledakan kembali terjadi di dekat menara jam di Hua Hin.

    "Selanjutnya masyarakat Indonesia yang berada di Thailand dianjurkan agar menghindari kerumunan orang dan senantiasa memonitor perkembangan situasi melalui media massa dan media sosial," demikian pernyataan KBRI Thailand. Dalam surat selebaran tercantum nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi, antara lain 02 252 3135-40 dan juga telepon seluler 098 3382 143, 092 9031 103, atau 092 9951 595.

    THE NATION | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.