12 Orang Tewas dalam Serangan Bom di Turki  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga sipil berpose dengan membentangkan bendera nasional di depan tank usai berhasil menggagalkan kudeta militer di Jembatan Bosphorus, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. REUTERS

    Warga sipil berpose dengan membentangkan bendera nasional di depan tank usai berhasil menggagalkan kudeta militer di Jembatan Bosphorus, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Ankara - Sebanyak 12 orang tewas dalam dua serangan bom yang diduga dilakukan kelompok militan, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), di Turki tenggara. Menurut USA Today, Rabu, 10 Agustus 2016, serangan ini menewaskan delapan orang dan empat tentara.

    Pejabat setempat mengatakan PKK meluncurkan serangan bom dengan menargetkan kendaraan polisi di dua tempat tersebut. Otoritas keamanan regional menyatakan empat orang tewas pada Rabu lalu dalam serangan bom mobil di pusat Kota Diyarbakir. Sedangkan lainnya tewas dalam pengeboman di Kiziltepe, Provinsi Mardin.

    Stasiun televisi NTV melaporkan, 25 orang terluka dalam serangan Mardin dan 13 orang terluka di Diyarbakir. Pihak berwenang, ucap seorang pejabat Turki, menyatakan kedua ledakan dilakukan PKK. PKK telah menewaskan ratusan anggota pasukan keamanan Turki sejak gencatan senjata pada Juli 2015.

    Sebelumnya, lima tentara Turki tewas dalam serangan yang dilakukan gerilyawan PKK di Uludere, Provinsi Sirnak, berdekatan dengan perbatasan Irak. Serangan ini terjadi pascakudeta yang gagal pada 15 Juli 2016. Dalam percobaan kudeta itu, faksi militer mencoba menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

    Berdasarkan data Anadolu, lebih dari 40 ribu orang telah tewas sejak PKK angkat senjata pada 1984. Kelompok ini telah dicap sebagai kelompok teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

    "Pemerintah telah berjanji tidak akan ada jeda dalam memerangi PKK," tulis The Guardian, Rabu, 10 Agustus 2016.

    Serangan terakhir datang ketika Turki belum pulih dari upaya kudeta yang menewaskan sedikitnya 270 orang. Pemerintah telah menuding otak kudeta itu adalah ulama Turki yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Guelen, dan memulai tindakan terhadap para pengikutnya.

    THE GUARDIAN | USA TODAY | ARKHELAUS W.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.