Lapor Dompet Dicuri, Turis Cina Dimasukkan di Kamp Pengungsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi copet. protothema.gr

    Ilustrasi copet. protothema.gr

    TEMPO.CO, Berlin - Nasib sial melanda seorang wisatawan asal Cina. Dia terpaksa menginap hampir dua pekan di tempat penampungan pengungsi di Jerman. Media Jerman melaporkan turis berusia 31 tahun tersebut awalnya mau melaporkan dompetnya dicuri. Namun, karena pria yang disebut Mr L ini tidak dapat menguasai bahasa Jerman maupun Inggris, ia datang ke gedung Balai Kota Heidelberg, bukannya kantor polisi.

    Walhasil, ia malah mengisi formulir mencari suaka. Akibatnya dia dimasukkan ke penampungan imigran ratusan kilometer dari Heidelberg. Dia kemudian menjalani tes medis dan pengambilan sidik jari untuk ditempatkan di penampungan. Setelah 12 hari berada dalam tempat penampungan di Duelmen, dekat Dortmund, barulah seorang petugas Palang Merah menyadari bahwa ada yang aneh dengan pria itu.

    "Dia begitu berbeda dari yang lain," kata Christoph Schluetermann, petugas Palang Merah seperti yang dilansir BBC pada 9 Agustus 2016. Pria Cina ini, menurut Schluetermann, terlalu perlente dibanding pengungsi lain. Petugas kemudian mendatangkan penerjemah bahasa Mandarin, yang didatangkan dari sebuah restoran Cina di dekat asrama imigran, tempat wisatawan itu tinggal.

    Schluetermann kemudian menceritakan bagaimana susahnya untuk memahami maksud yang ingin disampaikan pria itu. Setelah mencoba memahami perkataannya melalui penerjemah, mereka hanya menemukan kalimat 'Aku ingin melakukan perjalanan ke luar negeri'. Lalu terungkap bahwa dia berencana untuk mengunjungi Italia dan Perancis.

    Setelah menemukan penerjemah bahasa Mandarin, barulah semuanya menjadi beres. Akhirnya permohonan suakanya dihentikan dan ia diizinkan melanjutkan kembali tur Eropa-nya.

    BBC | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.