Donald Trump Bakal Dilarang ke Filipina, Ini Alasannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto rambut Donald Trump tertiup angin saat mengunjungi sebuah lapangan golf di Skotlandia. Telegraph.co.uk

    Foto rambut Donald Trump tertiup angin saat mengunjungi sebuah lapangan golf di Skotlandia. Telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Manila - Politikus asal Filipina tidak terima pernyataan calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, yang menyebut Filipina sebagai negara teroris.

    Sebagai balasan atas pernyataan itu, para politikus Filipina sedang menggodok aturan untuk melarang Trum berkunjung ke Filipina.

    "Tidak ada alasan mendasar atau pembenaran yang masuk akal untuk melabeli Filipina sebagai negara teroris atau mereka akan menjadi Kuda Troya," kata Salcade, anggota Kongres, seperti dikutip dari Channel News Asia, 8 Agustus 2016.

    Di Filipina, Trump tidak memiliki bisnis dalam skala besar. Ia hanya memiliki beberapa gedung, seperti Trump Tower, yang dibangun Century Properties Group Inc, seharga US$ 150 juta.

    Sebelumnya, Trump di hadapan para pendukungnya di Portland, Maine, AS, menuding Filipina sebagai salah satu negara teroris.

    Sedangkan populasi warga Filipina yang tinggal di AS menempati urutan kedua terbesar, yakni sekitar 4 juta orang.

    CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.