Jika Rakyat Minta, Turki Akan Lakukan Hukuman Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. Aksi kudeta Turki, pemerintah menangkap sejitar 6.000 orang yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. (Burak Kara/Getty Images)

    Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. Aksi kudeta Turki, pemerintah menangkap sejitar 6.000 orang yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. (Burak Kara/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika hukuman mati diinginkan rakyat Turki menyusul kudeta gagal 15 Juli 2016, seluruh partai politik akan tunduk kepada keputusan itu. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan hal itu di depan kerumunan massa di Istanbul, Ahad, 7 Agustus 2016.

    "Jika bangsa ini membuat sebuah keputusan mendukung hukuman mati, saya yakin seluruh partai politik tunduk kepada keputusan tersebut," ujar Erdogan di depan massa yang menyemut di Lapangan Yenikapi, kawasan wisata Sultanahmet.

    "Keputusan hukuman mati itu akan dibuat oleh parlemen Turki, saya akan menyetujui keputusan parlemen," ujar Erdogan.

    Pernyataan Erdogan itu disampaikan pada Ahad, 7 Agustus 2016, setelah lebih dari satu juta orang membawa bendera kebangsaan Turki berwarna merah dan berkumpul di Istanbul. Unjuk rasa ini dianggap terbesar sejak kudeta gagal pada 15 Juli 2016 yang menyebabkan lebih dari 270 orang tewas.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.