Peluru Nyasar Lubangi Atap Media Center Olimpiade Rio 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Brasil berpatroli saat melakukan latihan pengamakan menjelang Olimpiade Rio 2016 di stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 9 Juli 2016. Brasil berencana untuk menyiagakan 85.000 tentara dan polisi selama Olimpiade. REUTERS/Ricardo Moraes

    Tentara Brasil berpatroli saat melakukan latihan pengamakan menjelang Olimpiade Rio 2016 di stadion Maracana di Rio de Janeiro, Brasil, 9 Juli 2016. Brasil berencana untuk menyiagakan 85.000 tentara dan polisi selama Olimpiade. REUTERS/Ricardo Moraes

    TEMPO.CO, Rio De Janeiro - Beberapa butir peluru nyasar menembus atap pusat media untuk cabang olahraga berkuda pada Sabtu, 6 Agustus 2016, sekitar pukul 13.00 waktu setempat di Olympic Equestrian Center.

    Kejadian itu membuat khawatir wartawan tentang keamanan di Rio yang menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di dunia tersebut. Tidak ada yang terluka. Namun laporan TVNZ mengatakan peluru nyaris mengenai seorang ofisial tim Selandia Baru, yang sangat terguncang oleh kejadian itu.

    Menurut juru bicara panitia Olimpiade Rio 2016, Mario Andrade, tidak ada korban dilaporkan dalam kejadian itu dan polisi masih menyelidiki serta belum mengidentifikasi individu yang melepas tembakan tersebut.

    "Ini adalah peluru nyasar dan tidak ada hubungannya dengan olahraga," kata Andrade, seperti dilansir Taipei Times pada Minggu, 7 Agustus 2016.

    Andrade menambahkan, keamanan di sekitar lokasi itu telah ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.

    Sementara itu, seorang juru bicara menyebutkan Menteri Pertahanan Raul Jungman langsung mendatangi area kejadian dan berjanji akan melakukan penyelidikan.

    Beberapa polisi dan tentara bergegas ke kompleks berkuda dan acara itu tidak dipindahkan.

    NY DAILY NEWS | TAIPEI TIMES | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.