30 Balita Tewas Diserang Penyakit Misterius di Myanmar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Anak-anak muslim etnis Rohingya di sekolah darurat di kamp pengungsi di Sittwe, Myamar, 21 Mei 2015. Angkatan laut Myanmar membebaskan 200 etnis Rohingya yang menjadi korban perdagangan manusia. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Yangon - Sedikitnya 30 anak balita di wilayah Nanyun dan Lahe, negara bagian Nagaland, Myanmar, meninggal karena terserang penyakit misterius. Anak-anak itu menderita kesulitan pernapasan.

    "Kami menghadapi persoalan ini sejak dua bulan lalu dan kami belum menerima bantuan dari pemerintah," kata Kay Sai, staf pemerintah setempat, seperti dikutip dari alarabiya.net, 4 Agustus 2016.

    Anak-anak yang tewas di provinsi yang berbatasan langsung dengan India, sekitar 1.300 kilometer dari Yangon, ibu kota Myanmar, berusia kurang dari 5 tahun.

    Menurut Kay Sai, anak-anak yang meninggal dari kawasan termiskin di Myanmar telah didata. Sampel darah telah dikirim ke rumah sakit di Kota Saggaing, namun hasilnya belum diterima.

    Kementerian Kesehatan dan Departemen Pencegahan Penyakit Menular belum menanggapi penyakit ini. Namun pemerintah setempat telah melarang orang-orang berkunjung ke kawasan yang terjangkit penyakit yang belum diketahui namanya tersebut.

    Naga merupakan wilayah yang paling tertinggal di Myanmar dan minim infrastruktur layanan kesehatan, minim petugas kesehatan, termasuk buruknya pelayanan transportasi publik.

    AL ARABIYA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.