Kafe Pro-Korut Berdiri di Spanyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alejandro Cao de Benos, pendiri

    Alejandro Cao de Benos, pendiri "Pyongyang Cafe" di Tarragona. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, TARRAGONA - Korea Utara mungkin terisolasi di komunitas internasional karena keras kepala melanjutkan program nuklirnya. Namun di pesisir Spanyol, sebuah bar bernama Pyongyang Café, didirikan untuk mendukung kekuasaan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

    Didirikan di kota pesisir Laut Mediterania, Tarragona, kafe ini memajang semua pernak-pernik tentang Korea Utara, termasuk bendera, poster-poster propaganda, hingga buku yang memuja dinasti Kim yang telah diterjemahkan ke bahasa Spanyol. Kafe yang didirikan pertengahan Juli lalu oleh Alejandro Cao de Benos ini menyajikan teh dan minuman keras dari berbagai negara Asia, termasuk Korea Utara tentunya.

    "Korea Utara adalah raksasa yang tak dikenal,” kata Cao de Benos, seperti dikutip Asiaone pada Ahad, 7 Agustus 2016.

    Meski restoran Korea Utara cukup banyak ditemukan di Asia, pria berusia 41 tahun ini berkukuh barnya adalah satu-satunya di Barat. Sebuah restoran sejenis pernah berdiri di Amsterdam, Belanda, pada 2012. Namun tak bertahan lama dan ditutup beberapa bulan kemudian.

    “Kami ingin mendobrak mitos dan manipulasi. Dan tak banyak yang bisa bepergian ke Korea Utara karena terlalu rumit serta jauh. Jadi, mereka bisa mengunjungi kafe ini,” Cao de Benos menambahkan. Sejak dibuka, ia mengaku menerima 35 pengunjung bar setiap hari.

    Ia juga menjadi ketua Asosiasi Persahabatan Korea, organisasi yang memiliki delegasi di 30 negara dan secara resmi diakui oleh Pyongyang. Pada 2002, Cao de Benos menjadi satu-satunya warga Barat yang ditunjuk Pyongyang sebagai duta hubungan kebudayaan internasional.

    Ketertarikannya pada Korea Utara diawali dengan pandangan politiknya sebagai penganut komunis. Setelah bubarnya Uni Soviet, Cao de Benos berkenalan dengan keluarga Korea Utara di Madrid. Ia kemudian mengunjungi negara itu dan semakin tertarik.

    ASIAONE | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.