Menyebut Nama Tuhan, Pria Bergolok Menyerang Polisi Belgia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berjaga-jaga dekat dearler mobil setelah ditangkapnya buronan penyerangan Paris  Mohamed Abrini di Anderlecht, Belgia, 8 April 2016. REUTERS/Yves Herman

    Petugas kepolisian berjaga-jaga dekat dearler mobil setelah ditangkapnya buronan penyerangan Paris Mohamed Abrini di Anderlecht, Belgia, 8 April 2016. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua anggota polisi diserang pria bersenjata tajam di depan kantor kepolisian wilayah Charleroi, Belgia. Pria yang sempat menyebut nama Tuhan sebelum beraksi itu terpaksa ditembak mati karena sulit dilumpuhkan.

    Dilansir dari The Guardian pada Minggu, 7 Agustus 2016, pelaku yang belum teridentifikasi tersebut ditembak polisi lain yang datang memberikan bala bantuan. Salah satu korbannya seorang polwan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit karena cedera serius akibat tebasan golok. Namun kepolisian Charleroi menyatakan luka itu tak mengancam nyawanya.

    Tak lama setelah kejadian, sebuah posko keamanan dan medis darurat didirikan di Pierre Mainz Boulevard, tak jauh dari kantor polisi yang menjadi lokasi serangan.

    Daerah Charleroi yang berada di selatan Brussels itu diketahui sempat menjadi markas pelaku terorisme di Paris yang terjadi pada November 2015 dan serangan bom di Brussels pada Maret 2016.

    Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengutuk keras serangan ini. Disiarkan di media lokal RTBF, Michel menyatakan keprihatinannya terhadap para korban.

    Meski sedang berlibur, dia berencana segera menemui aparat dan para korban. “Kami bersama para korban dan keluarga yang mereka cintai. Perkembangan kasus ini terus kami ikuti,” ujar Michel.

    Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon mengatakan Lembaga Nasional Anti-Terorisme Belgia (OCAM) tengah mendalami kasus serangan ini. “Evaluasi OCAM sedang berjalan atas tindakan keji di Charleroi. Semua dukungan ditujukan buat dua petugas yang terluka serta untuk rekan dan keluarga mereka.”

    Teror di Brussels pada Maret 2016 memakan korban jiwa hingga 32 orang. Sebagian besar pihak yang terlibat dalam penyerangan di Paris, Prancis, pada November 2015, diketahui berbasis di Belgia.

    Belgia kini dianggap menjadi salah satu sasaran aksi terorisme di Eropa. Pemerintahnya pun sempat dikritik dunia internasional karena dinilai lalai menanggulangi rencana para pelaku terorisme.

    THE GUARDIAN | RTBF | BBC |YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?