Obama Tulis Esai tentang Feminisme untuk Majalah Glamour  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama berbicara kepada tamu undangan dalam perayaan Hari Kemerdekaan di Gedung Putih, Washington, 4 Juli 2016. AP/Carolyn Kaster

    Barack Obama berbicara kepada tamu undangan dalam perayaan Hari Kemerdekaan di Gedung Putih, Washington, 4 Juli 2016. AP/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Obama menuliskan sebuah esai untuk majalah Glamour. Dalam tulisannya, Obama menyatakan diri sebagai seorang feminis dan mewarisi dunia putrinya adalah salah satu kesempatan berharga dalam hidupnya.

    Artikel tersebut muncul online pada Kamis, 4 Agustus 2016, dan edisi cetak pada September. Artikel ini menyentuh dunia maskulinitas Obama yang tumbuh tanpa seorang ayah dan seorang yang kerap menghadapi konflik yang bertentangan dengan stereotip gender. "Ini benar-benar tanggung jawab laki-laki untuk melawan seksisme juga," demikian ia menuliskan.

    Begini kutipan tulisan Obama, seperti dikutip dari motto.time.com, Kamis, 4 Agustus 2016.

    ... Ini adalah waktu yang luar biasa untuk menjadi seorang wanita. Kemajuan yang kami buat dalam 100 tahun terakhir, 50 tahun, dan, ya, bahkan delapan tahun terakhir, telah membuat hidup jauh lebih baik untuk anak saya, dan untuk nenek saya. Saya mengatakan ini tidak hanya sebagai presiden, tapi juga sebagai seorang feminis.

    Baru-baru ini, Gedung Putih juga menjadi tuan rumah pertama yang pernah menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat untuk Perempuan. Dalam konferensi tersebut, wanita berkumpul untuk membahas segala sesuatu dari STEM, kesenjangan gaji, sampai Boko Haram.

    Obama menulis untuk Glamour bahwa ia dan Michelle Obama selalu berusaha membawa putri mereka jauh dari ketidaksetaraan dalam masyarakat. Dalam pemilihan umum bersejarah yang pernah dilaluinya, kata Obama, mereka memiliki kesempatan untuk membuat pernyataan tentang apa yang ada dalam feminisme pada abad ke-21.

    MOTTO.TIME.COM | ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.