Hari Anak Nasional, Siswa Korut Menyanyi Bengawan Solo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paduan suara Sekolah Menengah Ryulgok menyanyikan  Bengawan Solo pada perayaan Hari Anak di KBRI Pyongyang, 28 Juli 2016. KBRI Pyongyang

    Paduan suara Sekolah Menengah Ryulgok menyanyikan Bengawan Solo pada perayaan Hari Anak di KBRI Pyongyang, 28 Juli 2016. KBRI Pyongyang

    TEMPO.CO, Pyongyang - Sejumlah anak-anak Korea Utara menyanyikan lagu "Bengawan Solo" pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN)  di Ruang Pancasila, Kedutaan Besar Republik  Indonesia (KBRI) Pyongyang, Kamis pagi, 28 Juli 2016.

    Sekitar 20 siswa-siswi Korea  Utara dari Ryulgok Senior Secondary School, kepala sekolah, tiga guru serta Direktur Asia Komite Hubungan Kebudayaan Antarbangsa Korea Utara dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Korea Utara-Indonesia meramaikan acara HAN bersama anak-anak Indonesia di KBRI Pyongyang.

    "Melalui Peringatan HAN ini para orang tua dan semua pihak yang terkait diharapkan dapat terinspirasi dan termotivasi untuk lebih meningkatkan kepedulian akan pemenuhan kebutuhan dan perlindungan anak-anak sebagai aset masa depan yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera," kata Duta Besar Bambang Hiendrasto dalam sambutannya seperti dilansir dalam rilis KBRI.

    Bambang juga berpesan kepada anak-anak Indonesia dan Korea Utara sebagai generasi penerus agar mereka menjaga persahabatan kedua bangsa dan negara. Pondasi persahabatan itu telah diletakkan oleh pemimpin kedua negara, Presiden RI pertama, Soekarno, dan Presiden Korea Utara, Kim Il Sung.

    Sementara itu Direktur Asia Komite Kebudayaan Antarbangsa, Jo Chol Ryong dalam sambutannya menyampaikan kepada pemerintah RI ucapan selamat Hari Anak Indonesia. Dia menyatakan bahwa anak-anak merupakan masa depan negara.

    Menurut dia, sukses tidaknya suatu negara di masa depan akan sangat tergantung pada kesuksesan negara tersebut menyiapkan anak-anak dan angkatan mudanya. "Anak-anak adalah raja negeri, karenanya pemerintah Korea Utara sangat memperhatikan anak-anak," kata Jo Chol Ryong.

    Dalam acara tersebut, semua anak-anak baik Indonesia maupun Korea Utara, mempertunjukkan kebolehan mereka dalam menari dan menyanyi. Dua tarian dibawakan anak-anak Indonesia, yaitu Tari Badindin  dan Tari Sajojo. Lagu-lagu daerah yang dibawakan secara “medley”, yaitu Manuk Dadali, Kicir-kicir, Rasa Sayange, Si Patokaan, Ampar-ampar Pisang, Apuse dan Yamko Rambe Yamko, diiringi petikan gitar oleh staf KBRI Pyongyang.

    Menurut Irman Irman A Nasoetion, Sekretaris Ketiga Politik-Ekonomi KBRI Pyongyang, pada waktu menampilkan Tari Sajojo, anak-anak Indonesia mengajak anak-anak Korea untuk ikut menari bersama sehingga suasana semakin meriah.

    Sementara itu, paduan suara Sekolah Ryulgok, yang merupakan sekolah persahabatan Korea Utara dan Indonesia,  menyanyikan 5 lagu Korea Utara dan 3 lagu Indonesia, yaitu Desaku, Halo-halo Bandung dan Bengawan Solo, yang diiringi band sekolah.  

    Irman mengatakan kebersamaan anak-anak kedua negara semakin terlihat sewaktu mereka dengan mengenakan kaos seragam berwarna putih berlogo Hari Anak Nasional  2016 mengikuti berbagai lomba dan permainan. "Permainan berebut kursi, lomba lari bola pingpong dengan sendok, dan lomba membawa balon di punggung secara  berpasangan," kata Irman.

    Meskipun lomba diadakan di bawah sinar matahari yang cukup terik, namun keceriaan tampak sekali terpancar di wajah anak-anak selama lomba berlangsung. Usai lomba, Dubes RI menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

    Rangkaian acara Peringatan HAN 2016 diakhiri makan siang bersama dengan menu Nusantara, antara lain sate ayam, mi goreng, kerupuk udang, es cendol. Sambil menikmati hidangan, anak-anak Indonesia dan Korea duduk berbaur sambil bercakap-cakap.

    Sebelum berpamitan, Jo Chol Ryong mengungkapkan keyakinannya bahwa melalui kegiatan bersama seperti ini, hubungan persahabatan antara kedua negara, khususnya antara Asosiasi Persahabatan Korea Utara – Indonesia dan KBRI Pyongyang dapat terus terpelihara dengan baik.

    Setelah 3 jam bertandang ke KBRI Pyongyang, rombongan Sekolah Ryulgok dengan mengendarai bus meninggalkan halaman KBRI Pyongyang. Melalui jendela bus, seorang siswi melambaikan tangan kepada anak-anak Indonesia seraya berseru, “Sampai jumpa tahun depan!”

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.