Israel Hancurkan 740 Rumah Warga Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga Palestina berkumpul melihat sisa-sisa rumah pejuang Hamas Mohammad al-Fakih yang ditembak mati oleh pasukan Israel di desa Tepi Barat Surif, dekat Hebron, 27 Juli 2016. REUTERS/Mussa Qawasma

    Sejumlah warga Palestina berkumpul melihat sisa-sisa rumah pejuang Hamas Mohammad al-Fakih yang ditembak mati oleh pasukan Israel di desa Tepi Barat Surif, dekat Hebron, 27 Juli 2016. REUTERS/Mussa Qawasma

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 740 warga Palestina, termasuk 384 anak-anak, menjadi tunawisma selama enam bulan ini sejak 2016 setelah militer Israel menghancurkan rumah mereka di daerah pendudukan Tepi Barat.

    Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Rabu, 27 Juli 2016, organisasi hak asasi manusia Israel, B'Tselem, mengatakan 168 rumah warga Palestina telah diratakan dengan tanah di Area C dari 1 Januari hingga 30 Juni 2016.

    "Jumlah tersebut melebihi angka pada 2015 di periode yang sama," kata B'Tselem. Organisasi ini menerangkan, pada 2015, militer Israel merobohkan 125 rumah di daerah pendudukan Tepi Barat. Hal itu mengakibatkan 496 warga Palestina kehilangan tempat tinggal, termasuk 28 anak-anak.

    Area C, yang wilayahnya 60 persen di Tepi Barat dan rumah bagi sekitar 300 ribu warga Palestina, di bawah kendali sepenuhnya oleh militer Israel, termasuk soal keamanan dan pemerintahannya.

    Data lain yang diterbitkan oleh B'Tselem menunjukkan bahwa rumah-rumah yang dihancurkan itu sebagian besar tempat hunian orang-orang miskin yang tinggal jauh dari kota, seperti di Lembah Hebron Selatan dan Lembah Yordania.

    "Militer Israel sengaja menyasar warga Palestina di kawasan itu lantaran tidak memiliki kekuatan politik," kata juru bicara B'Tselem, Sarit Michaeli. "Otoritas Israel menginginkan mereka pindah ke Area B karena Area C untuk kawasan pengembangan," tambahnya.

    AL JAZEERA | BTSELEM | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.