Kalah Perang, Milisi ISIS Menyamar Jadi Wanita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak berada dilokasi terjadinya ledakan bom di terminal bus Jableh, Suriah, 23 Mei 2016. ISIS bertanggung jawab atas ledakan bom yang menewaskan 150 orang. REUTERS/Omar Sanadiki

    Sejumlah anak-anak berada dilokasi terjadinya ledakan bom di terminal bus Jableh, Suriah, 23 Mei 2016. ISIS bertanggung jawab atas ledakan bom yang menewaskan 150 orang. REUTERS/Omar Sanadiki

    TEMPO.CODamaskus - Beberapa anggota kelompok teroris ISIS tertangkap basah mencoba melarikan diri dengan menyamar sebagai wanita. Para milisi ISIS itu melarikan diri setelah menyadari mereka kalah dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Suriah.

    Milisi ISIS yang menyaru menjadi perempuan ditangkap oleh anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang berjuang untuk membebaskan Kota Manbij dari kelompok teror tersebut. Saat ditangkap, mereka mengenakan hijab panjang lengkap dengan cadar.

    Dalam sebuah rekaman yang disebar ke Internet, terlihat beberapa laki-laki yang dikatakan sebagai anggota ISIS masih mengenakan pakaian wanita duduk di depan tentara bersenjata, tak lama setelah penangkapan.

    Seperti dilansir Mirror pada 26 Juli 2016, sekelompok pria yang merupakan anggota ISIS itu dipaksa melucuti pakaian mereka untuk membuktikan jenis kelamin saat melewati pemeriksaan petugas. Mereka kemudian dibawa sebagai tawanan oleh pasukan. Salah satu dari tiga tahanan dilaporkan merupakan seorang penembak jitu yang bertanggung jawab atas kematian yang tak terhitung jumlahnya. 

    Kota Manbij menjadi pusat pertempuran sengit, termasuk bentrok berat selama akhir pekan. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan sedikitnya lima pejuang SDF dan 18 milisi ISIS tewas dalam bentrok tersebut. Selain itu, delapan warga sipil juga menjadi korban tewas.

    ISIS dilaporkan kini semakin terdesak setelah mendapat serangan bertubi-tubi, baik dari udara maupun darat. Sebuah laporan baru-baru ini di majalah Time menyebutkan bahwa ISIS kehilangan sejumlah besar wilayah yang pernah dikuasainya, selain berkurangnya dana serta jumlah milisi.

    Meskipun demikian, kelompok teroris terbesar di dunia tersebut justru makin gencar meningkatkan serangan di luar Irak dan Suriah, terutama di Eropa. 

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.