Sebelum Ditembak Mati, 2 Penyandera di Prancis Bunuh Pastor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pastor Abbe Jacques Hamel (kiri). Gereja Gambetta di Saint-Etienne-du-Rouvray. mirror.co.uk

    Pastor Abbe Jacques Hamel (kiri). Gereja Gambetta di Saint-Etienne-du-Rouvray. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Rouen - Dua penyandera di dalam gereja Saint-Etienne-en-Rouvray di dekat Kota Rouen di Prancis, tewas ditembak polisi. Sebelum ditembak mati, menurut BBC, Selasa, 26 Juli 2016, dua penyandera membunuh seorang pastor. 

    Dua penyandera itu muncul ketika di gereja sedang berlangsung ibadah yang dihadiri pastor, dua biarawati, dan beberapa pengunjung gereja. 

    Eulalie Garcia, wanita yang bekerja di salon kecantikan di kota itu, mengatakan dia mengenal pastor berusia 92 tahun yang tewas dibunuh oleh penyandera.

    Baca: Penyanderaan di Gereja di Prancis, 2 Orang Tewas

    "Keluarga saya hidup di sini selama 35 tahun dan kami sudah mengenalnya. Dia seseorang yang dihormati oleh komunitasnya. Dia sangat bijaksana dan tidak suka menarik perhatian," ujar Garcia.

    Polisi belum mengungkap identitas kedua penyerang dan pembunuh pastor di gereja Saint-Etienne-en-Rouvray di kawasan timur Prancis. Motif penyerangan dan pembunuhan juga belum diketahui.

    Aparat anti-terorisme sedang menyelidiki kasus yang terjadi hanya berselang sepekan setelah teror di Kota Nice yang menewaskan 84 orang dan melukai lebih 100 orang.

    BBC | AP | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.