Sesal Pangeran Harry, Setelah 28 Tahun Kematian Putri Diana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran William dan asiknya, Harry, berjalan di belakang mobil jenazah dengan Duke of Edinburgh, Earl Spencer dan Pangeran Charles apda hari pemakaman ibu mereka, Lady Diana, pada tahun 1997. Dailymail.co.uk

    Pangeran William dan asiknya, Harry, berjalan di belakang mobil jenazah dengan Duke of Edinburgh, Earl Spencer dan Pangeran Charles apda hari pemakaman ibu mereka, Lady Diana, pada tahun 1997. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, LONDON -- Pangeran Harry dari Inggris mengaku menyesal bahwa ia tidak lebih dini membicarakan dampak yang ia rasakan setelah ibunya, Putri Diana, meninggal.

    Putri Diana meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 ketika Harry berusia 12 tahun dan abangnya, Pangeran Williams, berumur 15 tahun, tulis Reuters.

    Harry, yang sekarang berumur 31 tahun dan berada pada garis kelima takhta Kerajaan Inggris, mengatakan ia baru mulai berbicara soal kematian Putri Diana tiga tahun lalu, kata  BBC. "Saya sangat menyesal tidak membicarakan hal ini," katanya.

     "Selama 28 tahun pertama hidup saya, saya tidak pernah membicarakan masalah ini."

    Harry menambahkan, "Tidak apa-apa jika merasa mengalami penderitaan, asal kita membicarakannya. Itu bukan kelemahan. Kelemahan adalah jika seseorang punya masalah, tidak mau mengakuinya dan tidak menanganinya."

    Harry, yang merupakan cucu Ratu Inggris, berbicara pekan lalu pada pesta yang ia adakan untuk yayasan kesehatan Heads Together. Acara itu dihadiri oleh sejumlah bintang olahraga, seperti mantan pesepak bola Rio Ferdinand dan atlet Olimpiade Kelly Holmes.

    "Menurut saya, pesan kuncinya adalah bahwa siapa pun bisa mengalami masalah kesehatan mental, apakah anggota keluarga kerajaan, apakah tentara, apakah bintang olahraga," kata Harry, pangeran yang merupakan mantan personel militer dan pernah bertugas di Afghanistan itu.
    REUTERS | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.