Suami Ikat Istri di Pohon Agar Tak Terseret Banjir, lalu...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah jembatan ambruk diterjang banjir setelah hujan deras melanda Leishan county, Guizhou, Cina, 27 Mei 2015. Leishan county kehilangan pasokan listrik dan air setelah hujan deras melanda sepanjang hari Selasa dan Rabu. REUTERS

    Sebuah jembatan ambruk diterjang banjir setelah hujan deras melanda Leishan county, Guizhou, Cina, 27 Mei 2015. Leishan county kehilangan pasokan listrik dan air setelah hujan deras melanda sepanjang hari Selasa dan Rabu. REUTERS

    TEMPO.CO, Jingmen City - Demi menyelamatkan nyawa istrinya, seorang pria rela kehilangan nyawanya. Begitulah yang dialami seorang nenek usia 72 tahun di Jingmen City, Provinsi Hubei, Cina. Banjir bandang membuat dia dan suaminya terseret arus air. Kemudian suaminya berinisiatif memilin pakaiannya seperti tali dan mengikat tubuh istrinya ke pohon agar tidak terseret arus banjir.

    Malang nian, pria itu tak mampu bertahan menunggu tim penyelamat tiba. Ia pun terbawa air dan istrinya tetap tertambat di pohon hingga tim penyelamat mengevakuasinya.

    "Dia mengikat saya ke pohon ini, tapi dia terseret banjir," kata perempuan uzur ini kepada tim penyelamat seperti dikutip dari Mirror, Senin, 25 Juli 2016.

    Tim penyelamat kemudian melepaskan nenek itu dari pohon dan mengangkutnya ke perahu.

    Rekaman upaya tim menyelamatkan nenek tersebut kemudian muncul di media sosial dan mendapat banyak tanggapan karena dianggap sebagai kisah yang menyentuh hati dari para korban banjir di Cina.

    Cina sudah sekitar sepekan dilanda hujan lebat yang diikuti banjir dan tanah longsor. Hubei merupakan satu kota yang paling parah dilanda banjir. Di Hubei, 130 orang tewas dan 110 orang hilang disebabkan hujan lebat, banjir, dan tanah longsor sepekan terakhir.

    MIRROR | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.