Mobil Terobos Kuil Erawan di Bangkok, 6 Orang Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil menyeruduk Kuil Erawan di Bangkok, Thailand sehingga menyebabkan tujuh pelayat terluka dan tiga di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI). wp.news365.my

    Sebuah mobil menyeruduk Kuil Erawan di Bangkok, Thailand sehingga menyebabkan tujuh pelayat terluka dan tiga di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI). wp.news365.my

    TEMPO.COBangkok - Sebuah mobil menerobos pelataran Kuil Erawan di Bangkok pada Jumat malam, 22 Juli 2016, pukul 20.04 waktu setempat. Sebanyak enam orang terluka akibat peristiwa tersebut. 

    Tiga korban di antaranya merupakan warga negara Indonesia. WNI yang terluka ialah Janto Kurniawan dan Rosita Kurniawan. Mereka saat ini dirawat di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. 

    Sedangkan seorang lainnya bernama Lina Bong dan kini dirawat di Rumah Sakit Polisi, Bangkok. Dua korban luka lainnya ialah Ong Chey Tao dan Ng Icon Leng. Keduanya merupakan warga negara Singapura. Pengendara mobil, Kanuengnit Techorai, juga terluka akibat peristiwa tersebut.

    Kepala Kepolisian Lumpini, Pornchai Chalodet, mengatakan mobil yang menerobos merupakan Toyota sedan. Mobilnya menabrak pagar kuil dan berhenti di pelataran kuil. “Ini murni kecelakaan,” kata Chalodet seperti dilansir Bangkok Post, Jumat, 23 Juli 2016. 

    Polisi menduga pengendara mengalami serangan epilepsi sehingga kehilangan kontrol. Keterangan lebih lanjut mengenai pengemudi tersebut belum dirilis pihak kepolisian.

    Kristy, seorang peziarah yang berada di lokasi, mengatakan dia sedang berdoa ketika terdengar suara kencang, lalu ia melihat mobil masuk ke pelataran. “Kami berlari seperti orang gila. Kejadiannya sangat menakutkan,” ucapnya.

    Kuil Erawan merupakan lokasi pengeboman yang membunuh 20 orang pada 17 Agustus 2015. Dua pelaku asal Cina sedang menjalani persidangan terkait dengan peristiwa tersebut.

    BANGKOK POST | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.