Penembakan di Munich, Polisi Waspadai Serangan Lanjutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berdiri di stasiun bawah tanah Georg-Brauchle-Ring dekat dengan pusat perbelanjaan Olympia saat terjadinya penembakan oleh seeorang tidak dikenal di Munich, Jerman selatan, 22 Juli 2016. AP Photo

    Polisi berdiri di stasiun bawah tanah Georg-Brauchle-Ring dekat dengan pusat perbelanjaan Olympia saat terjadinya penembakan oleh seeorang tidak dikenal di Munich, Jerman selatan, 22 Juli 2016. AP Photo

    TEMPO.COJakarta - Penembakan terjadi di pusat perbelanjaan Olympia, Munich, Jerman, sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada Jumat, 22 Juli 2016. Ada beberapa korban tewas dan terluka yang dilaporkan akibat insiden itu. Pihak berwenang memperingatkan agar orang-orang tidak meninggalkan rumah atau mencari perlindungan.

    Polisi Munich, dalam akun Twitter-nya, @PolizeiMuenchen, membuat pernyataan agar orang-orang menghindari area publik. Sebab, sampai saat ini polisi belum bisa menangkap pelaku penembakan tersebut. “Pelaku masih berkeliaran. Tolong hindari area publik,” cuit akun itu pada Sabtu, 23 Juli 2016.

    Dalam salah satu unggahannya, polisi Jerman juga melarang mengambil foto atau video saat polisi sedang beraksi. Tujuannya untuk menghindari adanya informasi yang bermanfaat bagi tersangka.

    Polisi juga belum memastikan ada kemungkinan serangan lanjutan. “Laporan serangan penembakan lebih lanjut di pusat kota belum terkonfirmasi. Situasi belum jelas. Silakan menghindari area publik.”

    Karena ketidakpastian situasi, pihak berwenang menutup sejumlah transportasi publik. Seorang karyawan toko di mal itu, Lynn Stein, mengatakan ia mendengar ada sejumlah tembakan. “Orang-orang kebingungan, mereka berlarian dan menjerit,” katanya.

    FRISKI RIANA | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.