Tiga Pelaku Penembakan di Munich Tewaskan 6 Pengunjung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan khusus kepolisian berjaga di depan halte di depan Mal Olympia saat terjadinya penembakan di Munich, Jerman selatan, Jumat 22 Juli 2016. Pelaku setelah melepaskan tembakan ke arah para pengunjung mal, kemudian dirinya menembakkan dirinya sendiri. AP Photo

    Sejumlah pasukan khusus kepolisian berjaga di depan halte di depan Mal Olympia saat terjadinya penembakan di Munich, Jerman selatan, Jumat 22 Juli 2016. Pelaku setelah melepaskan tembakan ke arah para pengunjung mal, kemudian dirinya menembakkan dirinya sendiri. AP Photo

    TEMPO.COMunich - Enam orang tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di pusat belanja Olympia, Munich, Jerman. “Tampak seperti serangan teror,” kata seorang perwakilan polisi, seperti dilansir CNN, Sabtu, 23 Juli 2016.

    Polisi saat ini masih melakukan operasi pengendalian keamanan, setelah penembakan mulai terjadi sekitar pukul 17.50 waktu setempat, Jumat kemarin. Hingga saat ini, polisi belum bisa menangkap pelaku penembakan. Sejauh ini polisi menginformasikan setidaknya ada tiga pelaku penembakan di sana.

    Pihak berwenang sudah mengevakuasi pengunjung. Namun sebagian pengunjung masih bersembunyi di dalam mal. Pihak berwenang juga menutup seluruh jalur transportasi publik di area itu. Mereka pun memperingatkan penduduk agar tak berkeliaran dan berada di dalam rumah.

    Juru bicara Kepolisian Munich, Claudia Kuntzel, mengatakan serangan itu diawali dari gerai McDonald’s, di kompleks perbelanjaan Olympia tersebut. “Terdengar tembakan di McDonald’s di seberang Mal Olympia,” tuturnya.

    Mal Olympia merupakan pusat belanja terbesar di Munich. Lokasinya dekat dengan pabrik besar merek mobil ternama, BMW. Mal itu juga terkenal karena menjadi destinasi utama para pencinta belanja.

    FRISKI RIANA | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.