Lagi, Pria Kulit Hitam Ditembak Polisi Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat kepolisian memblokir jalan usai terjadinya aksi penembakan petugas kepolisian di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, 17 Juli 2016. REUTERS

    Aparat kepolisian memblokir jalan usai terjadinya aksi penembakan petugas kepolisian di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, 17 Juli 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Florida - Polisi Amerika Serikat kembali menembak seorang pria kulit hitam tidak bersenjata. Hal ini menambah deretan kekerasan polisi terhadap warga Amerika keturunan Afrika di negara itu.

    Seorang ahli terapi kulit hitam yang mencoba menenangkan seorang pria autis di tengah jalan mengatakan dia ditembak polisi meski sudah  berbaring di jalan dan mengangkat tangan. Ia juga berulang kali mengatakan tidak bersenjata.

    Selama kejadian itu direkam melalui ponsel dan menunjukkan Charles Kinsey terbaring di atas tanah dengan tangannya diangkat, berbicara dengan pasien dan polisi yang mengepung mereka ketika itu.

    "Selagi saya mengangkat tangan, mereka tidak akan menembak saya. Itu yang saya pikirkan. Mereka tidak akan menembak saya. Namun ternyata saya salah," katanya kepada saluran WSVN-TV ketika berada di rumah sakit.

    Dia dimasukkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena ditembak di kaki. Insiden tersebut terjadi di tengah kekerasan yang melibatkan polisi. Lima petugas polisi dibunuh di Dallas dua minggu lalu dan tiga lagi di Baton Rouge, Louisiana, pada Minggu.

    Sebelum itu, seorang pria kulit hitam, Alton Sterling, 37, ditembak mati dalam perkelahian dengan dua anggota polisi kulit putih di sebuah toko serba ada. Di Minnesota, Philando Castile, 32, juga berkulit hitam ditembak mati ketika ditahan akibat pelanggaran lalu lintas.

    Seperti yang dilansir ABC Online pada 22 Juli 2016, pada konferensi pers, Kepala Polisi Miami Utara, Gary Eugene, mengatakan penyelidikan diserahkan kepada Departemen Penegakan Hukum Florida dan pengacara negeri itu.

    Dia menggambarkan isu itu sebagai sangat sensitif dan berjanji penyelidikan transparan tetapi menolak mengungkapkan nama pejabat terlibat atau menjawab pertanyaan wartawan.

    ABC.AU | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.