Pengakuan Meredith McIver, Penulis Pidato Melania Trump  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump mencium pipi istrinya, Melania Trump usai Melania memberikan sambutan dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Quicken Loans Arena, Cleveland, Ohio, 19 Juli 2016. REUTERS/Mike Segar

    Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump mencium pipi istrinya, Melania Trump usai Melania memberikan sambutan dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Quicken Loans Arena, Cleveland, Ohio, 19 Juli 2016. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, New York - Seorang staf Trump Organization, Meredith McIver, yang membantu menuliskan pidato Melania Trump sebelum Konvensi Nasional Partai Republik, meminta maaf pada Rabu, 20 Juli 2016, setelah kata sambutan yang disiapkannya ditemukan mengandung unsur plagiarisme.

    Meredith McIver mengatakan bahwa itu adalah kesalahannya dan tidak sengaja memasukkan kutipan tersebut ke ucapan Melania yang menyerupai ucapan Ibu Negara Michelle Obama pada Agustus 2008.

    "Saya tidak memeriksa ucapan Ibu Negara itu. Ini adalah kesalahan yang berat sehingga menyebabkan kekalutan bagi Melania dan Trumps, begitu juga Michelle Obama. Saya meminta maaf dan tidak bermaksud jahat," kata McIver dalam satu pernyataan.

    Permintaan maaf tersebut diberikan dua hari setelah Melania Trump menyampaikan pidatonya di RNC, di mana salah satu kutipannya sama persis dengan yang pernah diucapkan Michelle Obama pada Konvensi Nasional Demokrat 2008.

    McIver mengatakan bahwa saat bekerja dengan Melania Trump, keduanya membahas banyak orang yang menginspirasinya. Dia mengaku selalu suka kepada Michelle Obama, di mana secara tidak sengaja akhirnya menuliskan beberapa kutipan dalam draf pidato Melania tanpa memeriksa pidato Michelle.

    McIver mengatakan dia menawarkan untuk mengundurkan diri, tapi ditolak. Trump mengatakan kepadanya bahwa orang bisa membuat kesalahan yang tidak disengaja dan harus belajar dan tumbuh dari pengalaman tersebut.

    Tuduhan menjiplak itu cepat membelenggu kampanye Trump setelah media melaporkan persamaannya.

    Kontroversi mengenai kemungkinan plagiarisme itu dengan cepat membayangi pidato Melania Trump, yang seharusnya merupakan perkenalannya dengan para pemilih. Pidato Melania berfokus pada kepindahannya ke Amerika Serikat dan kecintaannya kepada sang suami.

    BUSINESS INSIDER | CNN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.