Arab Saudi: Haram Main Game Pokemon Go

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memegang telepon genggamnya saat memainkan aplikasi permainan, Pokemon Go di Melbourne, Australia, 13 Juli 2016. Pokemon Go merupakan sebuah aplikasi permainan yang menggunakan konsep augmented reality. Robert Cianlone/Getty Images

    Seorang pria memegang telepon genggamnya saat memainkan aplikasi permainan, Pokemon Go di Melbourne, Australia, 13 Juli 2016. Pokemon Go merupakan sebuah aplikasi permainan yang menggunakan konsep augmented reality. Robert Cianlone/Getty Images

    TEMPO.CO, Jeddah - Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang mengharamkan permainan Pokemon Go pada Rabu, 20 Juli 2016.

    Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior, melalui situs Presiden untuk Pelajaran Ilmiah dan Ifta, memperbaharui fatwa lewat Komite Tetap yang mengeluarkan keputusan tentang larangan game mobile yang menimbulkan kontroversial itu.

    Fatwa lama (No. 21,758) yang diterbitkan 16 tahun lalu, adalah larangan permainan yang dianggap berbentuk judi dan dilarang dalam Islam. Anggota Dewan, Sheikh Saleh Al-Fozan, mengatakan versi game yang baru adalah sama seperti yang lama.

    Reality game augmented tersebut dianggap sama dengan yang dilarang pada 2001 silam, di mana Pokemon dianggap sebagai tidak Islami dan mempromosikan perjudian serta teori evolusi Darwin.

    "Salah satu hal paling penting yang membuat kami mengutuk game ini karena mengadopsi teori evolusi yang dikembangkan oleh Darwin," bunyi fatwa itu, seperti dilansir RT pada Rabu, 20 Juli 2016.

    Permainan ini juga dipersalahkan karena mengandung berbagai simbol yang dilarang dalam Islam, seperti bintang berujung enam, "Lantaran terkait dengan Yudaisme, salib yang datang dari orang-orang Kristen, sudut dan segitiga digunakan oleh banyak organisasi "licik", termasuk Freemasonry dan tanda-tanda dari agama Shinto.

    Antara beberapa larangan membenarkan larangan permainan termasuk praktek perjudian di mana dua pemain bersaing untuk mendapatkan kartu yang berisi jumlah berbeda dan pemain yang kalah harus membayar harga kartu jika tidak ingin kehilangan kartu dimiliki.

    Pengguna Pokemon Go dari Arab Saudi yang telah lebih dulu mengunduh aplikasi itu juga telah diperingatkan terkait potensi ancaman keamanan dan privasi dari Komisi Komunikasi dan Informatika Arab Saudi (CITC). Mereka mengatakan bahwa Pokemon Go dan game serupa yang membutuhkan akses ke kamera ponsel pengguna dan lokasi melalui GPS menimbulkan ancaman yang signifikan.

    Wakil kepala lembaga pendidikan Islam Al-Azhar Mesir yang berpengaruh, Abbas Shuman, mengutuk permainan Pokemon Go dan menyebutnya sebagai "maniak berbahaya". Kecanduan permainan iyu mirip dengan alkoholisme.

    "Game ini membuat orang terlihat seperti pemabuk di jalanan sementara mata mereka terpaku pada layar ponsel," kata Shuman.

    Mesir juga telah mengeluarkan fatwa yang sama pada permainan yang telah mewabah masyarakat dunia itu pada Sabtu pekan lalu.

    CNN | TELEGRAPH | RT | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.