Intelejen Brazil Deteksi Ancaman ISIS Jelang Olimpiade Rio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Brasil memasuki gerbong kereta api saat melakukan simulasi penanganan serangan teroris di stasiun kereta api jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. REUTERS/Bruno Kelly

    Tentara Brasil memasuki gerbong kereta api saat melakukan simulasi penanganan serangan teroris di stasiun kereta api jelang Olimpiade Rio 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 16 Juli 2016. REUTERS/Bruno Kelly

    TEMPO.CO, Rio de Jeneiro -  Badan intelijen Brasil mengatakan pada Selasa, 19 Juli 2016 sedang menyelidiki semua kemungkinan ancaman yang terkait dengan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar dunia, Olimpiade, yang akan berlangsung di Rio de Jeneiro atau Olimpiade Rio 2016 bulan depan.

    Penyelidikan tersebut dibuat setelah intelejen mendapat informasi yang menyebutkan bahwa salah satu kelompok Islam Brasil dianggap berjanji setia kepada kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    SITE Intelligence Group yang memonitor Internet melaporkan kelompok yang menyebut dirinya Ansar al-Khilafah Brazil, melalui aplikasi messaging Telegram, mengatakan pada Minggu mereka telah mengikuti ISIS pemimpin Abu Bakr al-Baghdadi dan telah ikut mempromosikan ISIS dalam propaganda menggunakan bahasa Arab, Inggris, dan Portugis.

    Otoritas Brasil meningkatkan keamanan terutama setelah terjadi pembantaian dengan menggunakan truk tronton ke kerumunan massa di Nice, Prancis pekan lalu. Polisi dan tentara mengambil bagian selama akhir pekan di dekat fasilitas olahraga dan sepanjang rute transportasi.

    Pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut akan resmi dibuka pada 5 Agustus dan diperkirakan akan menarik sebanyak 500 ribu pengunjung dari luar negeri.

    "Semua ancaman terkait dengan Olimpiade Rio 2016 sedang cermat diselidiki, khususnya yang berkaitan dengan terorisme," kata Badan Intelijen Brasil (ABIN) dalam sebuah pernyataan ketika diminta untuk mengomentari klaim kelompok tersebut.

    ABIN bulan lalu menegaskan telah mendeteksi akun berbahasa Portugis pada aplikasi Telegram itu dan menemukan bahwa itu adalah saluran untuk bertukar informasi tentang ISIS. Tapi pihak berwenang lainnya mengatakan tidak ada ancaman serangan telah terdeteksi di Brasil.

    Sejak serangan pada Kamis pekan lalu di Nice, Brasil telah berupaya untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa Olimpiade akan bebas dari ancaman dan teroris serta masalah keamanan akan ditanggapi secara serius.

    Pada Senin, Presiden interim, Michel Temer, mengeluarkan pesan video mengundang orang asing untuk datang ke Rio dan menikmati setiap pertandingan dan keindahan kota tuan rumah.

    "Kami telah memperkuat keamanan yang sangat banyak di kota dan Anda bisa datang tanpa khawatir. Anda dapat menikmati keajaiban Rio de Janeiro dan menghadiri Olimpiade," katanya dalam video singkat, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 20 Juli 2016.

    Para pejabat keamanan Brasil mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan negara-negara mitra tentang ancaman yang mungkin ada untuk Olimpiade dan telah memantau chatroom dan komunikasi lainnya dari simpatisan kelompok radikal yang dicurigai.

    Mereka mengatakan kekhawatiran terbesar selama Olimpiade bukanlah ancaman serangan terkoordinasi oleh militan, tapi kemungkinan ada aktor tunggal atau kelompok yang bersimpati kepada teroris.

    Brasil akan mengerahkan sekitar 85 ribu tentara, polisi, dan petugas keamanan lainnya, dua kali lipat lebih banyak dari penyebaran keamanan selama Olimpiade London 2012.

    REUTERS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.