Disangka TTS, Nenek Ini Rusak Lukisan Bernilai Rp 1,1 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teka teki silang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Ilustrasi teka teki silang. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBerlin - Seorang nenek mengejutkan staf museum setelah menyelesaikan sebuah teka-teki silang. Padahal yang diduga sebagai TTS itu sebenarnya sebuah lukisan bernilai miliaran rupiah yang dipamerkan di Museum Neues Nurnberg.

    Wanita 91 tahun itu melihat sebuah karya yang dihasilkan pada 1977 bertajuk Reading Work Piece tersebut. Ia mengerjakan soal teka-teki dalam lukisan yang disangkanya adalah TTS.

    Karya itu dipinjamkan ke museum tersebut dan diperkirakan bernilai US$ 89 ribu atau setara dengan Rp 1,1 miliar. Lukisan yang diproduksi Arthur Kopcke itu terlihat seperti TTS dengan tempat kosong untuk mengisi huruf, termasuk teks yang tertulis "isi kata".

    Melihat arah berbahasa Inggris tertulis pada lukisan bersangkutan, pengunjung museum, yang sebagian adalah sekelompok warga lanjut usia, mengatakan mereka menyangka itu adalah kuis untuk diselesaikan. Demikian dilaporkan laman Jerman, Süddeutsche Zeitung, yang dikutip Mirror.uk, pada Rabu, 20 Juli 2016.

    Seperti dilaporkan, wanita itu mengatakan pihak museum seharusnya meletakkan tanda peringatan jika mereka tidak ingin pengunjung salah paham dan sekaligus bertindak untuk menyelesaikan teka-teki silang. Meskipun museum dan polisi tidak mencurigai adanya niat jahat dari nenek tersebut, penyelidikan tetap dilakukan untuk tujuan klaim asuransi.

    Gerlinde Knopp, yang memimpin tur museum bagi para lansia tersebut, mengatakan barang-barang seni yang dipamerkan merupakan karya interaktif, sehingga dia merasa sulit mengontrol para pengunjung.

    TIME | MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.