Lawan Politik Erdogan Tewas Tertembak di Kantornya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Presiden Tayyip Erdogan berfoto selfie di depan tank usai berhasil menggagalkan kudeta militer di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. Warga bersuka cita dan merayakan kegagalan kudeta militer dengan berfoto selfie di depan tank militer. REUTERS

    Pendukung Presiden Tayyip Erdogan berfoto selfie di depan tank usai berhasil menggagalkan kudeta militer di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki, 16 Juli 2016. Warga bersuka cita dan merayakan kegagalan kudeta militer dengan berfoto selfie di depan tank militer. REUTERS

    TEMPO.COIstanbul - Seorang politikus dari partai oposisi utama Turki ditembak seorang pria yang menerobos masuk ke kantornya. Anggota Partai Republik Rakyat (CHP) tersebut tewas terkena timah panas tepat di kepala.

    Cemil Candás, wakil wali kota distrik Sisli, dilaporkan dalam kondisi kritis setelah penembakan itu. Sejumlah media Turki kemudian melaporkan bahwa dia telah meninggal.

    Saksi mata yang mengetahui kejadian itu menceritakan bahwa seorang penyerang tunggal memasuki kantor Candás dan, tak lama kemudian, terdengar suara tembakan. Seorang tersangka dilaporkan telah ditahan polisi.

    Tidak jelas apakah serangan terhadap Candás itu terkait dengan kudeta pada Jumat pekan lalu, tapi Istanbul masih tegang menyusul pemakaman korban insiden kudeta yang gagal tersebut di seluruh kota. Kemungkinan lain adalah Candás ditargetkan karena ia mewakili wilayah Yahudi di negara yang 98 persen penduduknya muslim tersebut.

    CHP menguasai distrik Sisli, sebuah wilayah di Istanbul. Meskipun menentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, CHP mengutuk kudeta pekan lalu.

    Penangkapan dalam skala besar terhadap tokoh-tokoh militer dan pegawai negeri yang diduga pro-kudeta terus dilakukan pemerintah Presiden Erdogan.

    Hampir 9.000 polisi dipecat pada Senin, 18 Juli 2016, dan ada kekhawatiran bahwa Erdogan akan menerapkan hukuman mati, meskipun Uni Eropa (UE) telah memperingatkan, jika berlaku, mereka akan menutup peluang Turki menjadi bagian dari organisasi regional tersebut.

    Sementara itu, IB Times melaporkan, pada 18 Juli, rekaman video baru telah muncul yang menunjukkan keganasan dan kekerasan yang berlangsung pada Jumat malam. Dalam salah satu video, terlihat helikopter menembakkan peluru tajam ke kantor Badan Intelijen Nasional Turki di Ankara.

    IB TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.