50 Ribu Orang Ditahan, Turki Bersumpah Ciduk Pelaku Kudeta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil gambar kendaraan milik warga dan Polisi yang hancur akibat kudeta militer di istana presiden di Ankara, Turki, 17 Juli 2016. Pasukan militer yang loyal kepada Presiden Erdogan menyatakan telah berhasil menggagalkan upaya kudeta. AP/Hussein Malla

    Warga mengambil gambar kendaraan milik warga dan Polisi yang hancur akibat kudeta militer di istana presiden di Ankara, Turki, 17 Juli 2016. Pasukan militer yang loyal kepada Presiden Erdogan menyatakan telah berhasil menggagalkan upaya kudeta. AP/Hussein Malla

    TEMPO.COJakarta - Turki bersumpah akan menciduk semua pelaku kudeta gagal pada Jumat, 15 Juli 2016, termasuk ulama di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, anggota militer, kepolisian, hakim, termasuk para pendidik di universitas dan sekolah.

    Sekitar 50 ribu orang terdiri atas tentara, polisi, hakim, pegawai negeri sipil, dan guru ditahan sejak kudeta pada Jumat pekan lalu, seiring dengan ketegangan serangan kelompok militan ISIS di perbatasan Suriah.

    "Organisasi teroris tidak akan bisa menjadi pion efektif di negara mana pun. Kami akan menggali mereka hingga ke akar-akarnya," kata Perdana Menteri Binali Yildrim, yang mengacu pada para pengikut Fethullah Gulen.

    Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan permintaan resmi kepada Amerika Serikat untuk mengekstradisi Gulen, yang dituding berada di balik kudeta gagal pada Jumat pekan lalu.

    Gulen, 75 tahun, saat ini tinggal di tempat pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namun Gulen, yang memiliki pendukung di Turki, mengutuk keras kudeta yang menelan sedikitnya 232 nyawa tersebut. "Dia menolak dituduh berada di balik aksi tersebut," tulis Al Arabiya, Selasa, 19 Juli 2016.

    Bekas sekutu yang berbalik menjadi pengkritik Erdogan  dalam keterangannya kepada media mengatakan pentas kudeta Jumat pekan lalu itu dijadikan alasan oleh Erdogan untuk  melakukan kekerasan guna melanggengkan kekuasaan yang dipegang selama 14 tahun.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.