Penembak Jet Rusia Pelaku Kudeta Turki Ditahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan penjaga kehormatan mengangkat jenazah pilot Oleg Peshkov saat tiba di bandara militer Chkalovsky, di Moskow, Rusia, 30 November 2015. Saat ditembaki oleh psawat F-16 Turki, Peshkov keluar dari pesawat jet tempurnya dengan mengaktifkan kursi lontar dan dengan parasut mendarat di tanah di sisi perbatasan Suriah. Ap Photo

    Pasukan penjaga kehormatan mengangkat jenazah pilot Oleg Peshkov saat tiba di bandara militer Chkalovsky, di Moskow, Rusia, 30 November 2015. Saat ditembaki oleh psawat F-16 Turki, Peshkov keluar dari pesawat jet tempurnya dengan mengaktifkan kursi lontar dan dengan parasut mendarat di tanah di sisi perbatasan Suriah. Ap Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua pilot Turki yang menembak jatuh jet Rusia pada November 2015 disebut sebagai pelaku kudeta gagal yang dilancarkan pada Jumat pekan lalu. "Keduanya sekarang ditahan oleh pihak berwajib," ujar seorang pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya, Senin, 18 Juli 2016.

    Penembakan jet perang Rusia di perbatasan Suriah tahun lalu sempat menimbulkan krisis politik antara Turki dan Rusia. Namun hubungan tersebut mesra kembali setelah kedua negara sepakat memperbaikinya.

    "Dua pilot yang ambil bagian dalam operasi merontokkan jet tempur Rusia Su-24 pada November 2015 telah ditahan," kata pejabat tersebut kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa mereka ditahan lantaran berkaitan dengan upaya kudeta.

    Kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ahad, 17 Juli 2016, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kudeta yang dilakukan oleh sekelompok personel militer itu tidak bisa diterima. Putin berharap stabilitas keamanan di Turki cepat pulih.

    Putin dan Erdogan akan mengadakan pertemuan pada pekan pertama Agustus 2016. Pertemuan itu akan menjadi yang pertama sejak hubungan kedua negara memanas.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.