Korea Utara Siarkan Kode Rahasia, Korea Selatan Tingkatkan Kewaspadaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat menyaksikan uji tembak rudal balistik Hwasong-10 pada 23 Juni 2016. Korea Utara sukses meluncurkan rudal balistik Hwasong-10 yang juga dikenal sebagai Musudan sejauh 400 km ke arah perairan. REUTERS/KCNA

    Ekspresi Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat menyaksikan uji tembak rudal balistik Hwasong-10 pada 23 Juni 2016. Korea Utara sukses meluncurkan rudal balistik Hwasong-10 yang juga dikenal sebagai Musudan sejauh 400 km ke arah perairan. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara dilaporkan telah mengirimkan pesan menggunakan kode rahasia untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

    Seperti dilansir Metro.Uk pada Senin, 18 Juli 2016, pesan yang menyertakan nomor segmen yang terdiri atas lima digit tersebut mirip dengan metode yang digunakan dalam spionase Perang Dingin.

    Menurut laman Korea Selatan, JoongAng Daily, sebuah sumber mengatakan stasiun radio propaganda Korea Utara, Pyongyang Stasiun Radio, menyiarkan pesan segmen lima digit selama 12 menit.

    Ini pertama kalinya siaran tersebut telah dilaporkan dalam 16 tahun. Sumber itu mengatakan kini pihak berwenang Korea Selatan tengah meneliti niat Korea Utara dalam membuat siaran tersebut.

    Pesan dengan kode rahasia tersebut mulai disiarkan sekitar pukul 12.45 waktu setempat pada Jumat pekan lalu, yang dibacakan wanita yang mengatakan, "Mulai sekarang, saya akan memberikan pekerjaan ulasan untuk subyek matematika di bawah kurikulum universitas pendidikan jarak jauh untuk agen eksplorasi biro 27."

    Dia melanjutkan, "Pada halaman 459, pertanyaan nomor 35, di halaman 913, pertanyaan nomor 55, di halaman 135, pertanyaan nomor 86, di halaman 257, pertanyaan nomor 2."

    Menyusul laporan tersebut, kini pemerintah Korea Selatan dilaporkan dalam keadaan waspada tinggi.

    Kode tersebut disiarkan hanya seminggu setelah keputusan oleh Seoul untuk menyebarkan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat, yang dikenal sebagai sistem THAAD, yang telah mengundang protes keras dari Pyongyang dan Beijing.

    METRO.UK | KOREA JONGANG DAILY | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?