Olimpiade Rio 2016, Rusia Dukung Atletnya Gunakan Doping?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang kaos bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin, menawarkan barang jualannya  di GUM department store di Moskow (12/6). Kaos yang bergambarkan Putin, mereka terinspirasi oleh kemenangan olahragawan Rusia di Olimpiade Sochi 2014, Paralympic Winter Games, Kejuaraan Dunia es hoki pria 2014, diambil alih Krimea oleh Rusia. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Pedagang kaos bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin, menawarkan barang jualannya di GUM department store di Moskow (12/6). Kaos yang bergambarkan Putin, mereka terinspirasi oleh kemenangan olahragawan Rusia di Olimpiade Sochi 2014, Paralympic Winter Games, Kejuaraan Dunia es hoki pria 2014, diambil alih Krimea oleh Rusia. REUTERS/Sergei Karpukhin

    TEMPO.CO, Jakarta - Seruan agar atlet Rusia dilarang tampil pada Olimpade Rio 2016, Brasil, kian kencang setelah ada bukti bahwa negara terlibat dalam program doping terhadap para olahragawannya yang dimulai sejak 2011. Ada laporan menyebutkan, urine atlet yang akan diperiksa oleh lembaga berwenang disimpan dalam lemari es. "Negara terlibat dalam program tersebut," tulis BBC, Selasa, 19 Juli 2016.

    BBC melanjutkan, hasil tes urine terhadap para atlet yang akan diperiksa oleh otoritas akan diselundupkan oleh agen rahasia Rusia, FSB, dan diganti dengan sampel urine bersih dari doping.

    Badan Anti-doping Dunia (WADA) dalam laporannya mengatakan, "Pemerintah Rusia melakukan operasi salah, termasuk berperang dalam Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014."

    Profesor hukum Kanada, Richard McLaren, mengatakan, FSB telah mendukung upaya menutupi hasil tes doping yang dilakukan oleh beberapa laboratorium di Moskow dan Sochi berdasarkan perintah dari Menteri Olahraga Vitaly Mutko.

    "Laboratorium di Moskow dioperasikan untuk menutupi doping yang dilakukan oleh para atlet Rusia," kata McLaren. Dia melanjutkan, "Laboratorium di Sochi juga dijalankan dengan metode untuk mendukung agar atlet Rusia berjaya di Olimipiade Musim Dingin."

    Baca: Skandal Doping, Rusia Terancam Didepak dari Olimpiade Rio

    Laporan itu juga menyebutkan, Menteri Olahraga mengarahkan, mengontrol, dan mengawasi secar langsung anipulasi hasil analisa terhadap para atlet atau  menukar sampel urin serta berperan aktif dan membantu agen rahasia FSB.

    Kremlin membantah keras berbagai laporan yang menuding negara terlibat dalam penyelundupan atau menutupi hasil tes urine para atletnya. "Laporan itu sampah," kata Kremlin. "Tudingan yang dialamatkan terhadap atlet Rusia berdasarkan pengakuan satu orang. Pengakuan itu dari orang yang terlibat skandal."

    BBC | CHOIRUL AMINUDDIN    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.