Pasukan Turki Mengira Ikut Latihan Militer, Ternyata Kudeta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota militer Turki memblokade jembatan Bosphorus, yang menghubungkan Asia dan Eropa, 15 Juli 2016. Militer Turki melakukan kudeta terhadap pemerintahan presiden Recep Tayyip Erdogan. REUTERS/Stringer

    Anggota militer Turki memblokade jembatan Bosphorus, yang menghubungkan Asia dan Eropa, 15 Juli 2016. Militer Turki melakukan kudeta terhadap pemerintahan presiden Recep Tayyip Erdogan. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Istanbul - Beberapa anggota militer Turki mengaku tidak tahu telah terlibat dengan upaya kudeta pada Jumat malam, 15 Juli 2016. Mereka hanya diberi tahu untuk mengambil bagian dalam latihan militer.

    Situs Sputnik yang mengutip koran Turki Hurriyet melaporkan, tentara yang terdiri atas 10 perwira dan 67 tentara yang ditangkap di bandara internasional Ataturk, Istanbul, tersebut mengatakan bahwa mereka hanya mengikuti instruksi untuk bergabung dalam latihan militer. Komandan mereka memerintahkan untuk bergabung.

    Anggota tentara tersebut saat proses interogasi mengatakan kepada penyidik bahwa mereka mengetahui terlibat dalam upaya kudeta itu setelah melihat warga sipil memanjat tank.

    "Ketika orang-orang mulai menaiki tank, baru kami menyadari apa yang sebenarnya terjadi," ungkap seorang personel militer yang ditahan, seperti dikutip oleh Hurriyet.

    Televisi Turki menyiarkan rekaman tentara yang menyerahkan diri kepada masyarakat dan anggota polisi khusus tanpa perlawanan dengan tangan di belakang kepala.

    Lebih dari 200 orang meninggal dalam upaya kudeta dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 6.000 orang juga telah ditangkap. Menurut kantor berita negara Anadolu, semua anggota militer yang terlibat dalam kudeta telah ditahan.

    Menteri Keamanan Sosial dan Buruh Turki memicu ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) ketika menuduh Washington terlibat dengan upaya kudeta tersebut. Tuduhan Suleyman yang disiarkan oleh televisi Turki memaksa Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, menghubungi Menteri Luar Turki, Mevlut Cavusoglu, dan memperingatkan tuduhan-tuduhan tersebut dapat mempengaruhi hubungan kedua negara.

    SPUTNIK | HURRIYET | ANADOLU | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.