Kudeta Turki, 4 Partai Oposisi Besar Kecam Pelaku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. (Burak Kara/Getty Images)

    Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. (Burak Kara/Getty Images)

    TEMPO.CO, Ankara - Sikap solidaritas ditunjukkan sejumlah anggota parlemen Turki dari empat partai besar hanya beberapa jam pascakudeta yang gagal menggulingkan pemerintah pada Jumat malam, 15 Juli 2016, waktu setempat.

    Sidang luar biasa yang digelar pada Sabtu, 16 Juli 2016, itu menghasilkan deklarasi yang ditandatangani empat partai oposisi besar, yaitu Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Partai Republik Rakyat (CHP), Partai Demokratik Rakyat (HDP), dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP). Deklarasi itu mengutuk kudeta oleh militer terhadap pemerintah pada Jumat pekan lalu.

    Dalam pernyataan itu, partai oposisi menyatakan cara-cara Turki menangani kudeta tersebut adalah sebuah contoh bagi negara-negara di seluruh dunia.

    "Bangsa ini bertindak mulia melindungi Republik Turki dan lembaga pemerintahan dengan mempertaruhkan nyawa. Hal itu patut dipuji," bunyi salah satu butir pernyataan empat partai oposisi, seperti diwartakan Al Jazeera, Senin, 18 Juli 2016.

    Sedikitnya 290 orang tewas dan ribuan lain, termasuk anggota militer, ditahan setelah para pemberontak militer menggunakan tank, jet tempur, dan helikopter serbu untuk menggulingkan pemerintah pada Jumat malam lalu.

    Sezgin Tanrikulu, anggota parlemen dari partai oposisi utama CHP, menuturkan kepada Al Jazeera, upaya makar terhadap pemerintah gagal karena adanya kombinasi dukungan dari semua partai politik, masyarakat sipil, dan perlawanan media terhadap kudeta ini.

    "Saat ini prioritas negara kami adalah mengurangi mental kudeta yang masih ada di antara penduduk sipil dan militer serta lembaga-lembaga sipil," ucapnya kepada Al Jazeera.

    Oktay Vural, anggota senior parlemen dari sayap kanan MP, menjelaskan kepada Al Jazeera, senjata bukanlah bagian dari politik dan seluruh bangsa memiliki peran besar dalam menggagalkan upaya kudeta ini. "Kudeta, organisasi teroris, atau organisasi apa pun yang membawa kekerasan ke arena politik pasti kami tolak," ujarnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN
     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.