Intelijen Rusia 'Kepung' Inggris, Ini Target dan Tekniknya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga terlihat menikmati matahari pagi di dekat sungai Thames, terlihat jembatan ikonik kota London yaitu Tower Bridge. Musim semi begitu dinanti warga, usai melewati musim dingin. London, Inggris, 28 September 2015. Dan Kitwood / Getty Images

    Warga terlihat menikmati matahari pagi di dekat sungai Thames, terlihat jembatan ikonik kota London yaitu Tower Bridge. Musim semi begitu dinanti warga, usai melewati musim dingin. London, Inggris, 28 September 2015. Dan Kitwood / Getty Images

    TEMPO.CO, London - Jumlah mata-mata Rusia yang mengumpulkan informasi intelijen di Inggris telah bertambah lebih banyak dibanding saat masa perang dingin. Mereka berusaha menyadap informasi rahasia dari perusahaan-perusahaan pembuat senjata, dari anggota-anggota pasukan angkatan bersenjata, hingga dari Kementerian Pertahanan.

    Temuan itu disampaikan John Bayliss sebagai mantan pejabat di GCHQ, markas besar lembaga komunikasi pemerintah Inggris." Ada lebih banyak agen intelijen Rusia saat ini dibanding pada masa perang dingin," ujar Bayliss seperti dikutip dari Dailymail, Senin, 18 Juli 2016.

    Menurut Bayliss, ada enam intelijen Rusia untuk setiap satu intelijen Inggris di dunia ini. Awal tahun ini, jumlah intelijen yang bekerja di Inggris meningkat mencapai seratus orang. Bandingkan dengan di masa perang dingin yang hanya sekitar 30 mata-mata.

    Sebagian besar mata-mata Rusia beroperasi di London dan kota-kota yang memiliki angkatan laut kerajaan, khususnya di Clyde, Skotlandia. Clyde menjadi markas angkatan laut Inggris yang bertugas mencegah sekaligus menjadi rumah bagi kapal selam nuklir negara itu.

    Teknik yang digunakan mata-mata Rusia  antara lain mengirim kode ke telepon seluler yang membolehkan mereka memutar perangkat untuk menguping, dan memonitor seluruh telepon serta pesan pendek.

    Selain itu, kata Bayliss, mata-mata Rusia menyadap informasi dari layar komputer dengan cara duduk di dalam mobil van di luar gedung yang menjadi target. Mereka menyadap gelombang radiasi elektromagnetik dari layar. Teknik ini dikenal sebagai TEMPEST.

    Sementara yang lainnya melakukan aksi spionase seperti biasa dengan melakukan kegiatan mata-mata bersama sejumlah industri demi memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan Rusia.

    Selain Rusia, Bayliss mengingatkan milisi ISIS cukup canggih menggunakan teknologi telepon seluler untuk spionase di Inggris.

    DAILY MAIL | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.