Penembak 3 Polisi Baton Rouge Hanya Satu dan Ditembak Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Dallas merespon tembakan yang dilepaskan oleh pengunjuk rasa di pusat kota Dallas, 7 Juli 2016. Penembak jitu menembak polisi selama protes dan menewaskan beberapa polisi. AP/Maria R. Olivas

    Polisi Dallas merespon tembakan yang dilepaskan oleh pengunjuk rasa di pusat kota Dallas, 7 Juli 2016. Penembak jitu menembak polisi selama protes dan menewaskan beberapa polisi. AP/Maria R. Olivas

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, meyakini pelaku penembakan anggota kepolisian pada Ahad, 17 Juli 2016, berjumlah satu orang. Pejabat kepolisian setempat, Kolonel Mike Edmonson, mengatakan tak ada pelaku lain yang berkeliaran, seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.

    "Kami percaya pelaku yang telah menembak dan membunuh petugas kami adalah pelaku yang sama dengan yang terbunuh di lokasi," ucap Edmonson, seperti dilansir The Guardian. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas pelaku penembakan.

    Namun juru bicara kepolisian, Doug Cain, masih belum mau mengambil kesimpulan bahwa pelaku bekerja sendirian. Menurut dia, saat ini dua orang yang dianggap mencurigakan telah ditangkap di Addis, kota dekat Baton Rouge.

    Edmonson menuturkan pelaku terlihat membawa senjata dan senapan. Pada pukul 08.40 waktu setempat, pelaku terlihat berjalan di salah satu area di toko serbaada. Dua menit kemudian, suara tembakan meletus, dan Edmonson mendapat laporan ada petugas yang terluka.

    "Pukul 08.46, kami mendapat laporan bahwa tersangka menggunakan pakaian serbahitam berdiri di dekat tempat pencucian mobil," ujarnya.

    Kepolisian langsung bergerak dan menembak pelaku saat di lokasi. Tiga polisi tewas akibat penembakan. Dua polisi merupakan anggota Kepolisian Baton Rouge dan satu polisi lagi merupakan wakil sheriff berumur 45 tahun. Sedangkan tiga orang lain terluka dengan satu di antaranya masih dalam kondisi kritis.

    Ini merupakan serangan kedua kalinya terhadap polisi dalam dua minggu terakhir. Dalam serangan sebelumnya di Dallas, Texas, lima polisi tewas saat mengamankan aksi demonstrasi.

    Meski belum diketahui motif utama serangan tersebut, situasi di Baton Rouge dalam beberapa waktu terakhir memanas setelah polisi menembak mati warga kulit hitam pada 6 Juli 2016.

    Penembakan oleh polisi itu memicu protes keras di masyarakat dan diduga menjadi pemicu serangan terhadap polisi di Dallas.

    EGI ADYATAMA | THE GUARDIAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.