Amerika Rilis Dokumen Terkait Teror 11 September  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Setangkai bunga mawar diletakkan di atas nama-nama korban serangan teroris di gedung World Trade Center, di National September 11 Memorial and Museum, New York. AP/Mary Altaffer

    Setangkai bunga mawar diletakkan di atas nama-nama korban serangan teroris di gedung World Trade Center, di National September 11 Memorial and Museum, New York. AP/Mary Altaffer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat merilis dokumen laporan Congressional Joint Inquiry terkait dengan serangan 11 September 2001 (9/11). Laporan tersebut terdiri atas 29 halaman plus satu surat Direktur CIA kala itu, George Tenet.

    Laporan tersebut menyatakan beberapa pelaku serangan 9/11 mengadakan kontak dengan beberapa individu yang diduga terkait dengan pemerintah Arab Saudi. “Mereka juga mendapatkan dukungan atau arahan dari individu tersebut,” tulis dokumen tersebut, seperti dilansir CNN pada Sabtu, 16 Juli 2016.

    Penemuan tersebut, dalam laporan, disebut sebagai indikasi adanya hubungan pemerintah Arab Saudi di Amerika Serikat dengan Al-Qaida dan kelompok teroris lain. “Informasi tersebut masih spekulatif dan akan diverifikasi secara terpisah,” bunyi laporan itu.

    Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Abdullah Al-Saud, memberi pernyataannya setelah dokumen yang dikenal dengan 28 Pages tersebut dirilis. “Beberapa agen pemerintah, termasuk CIA dan FBI, telah menginvestigasi konten 28 Pages dan menyatakan baik pemerintah Arab Saudi maupun siapa pun yang bertindak atas nama pemerintah Arab Saudi tidak memberi dukungan terkait dengan serangan tersebut,” katanya.

    Abdullah berharap, dengan dirilisnya dokumen tersebut, kecurigaan atau pertanyaan terkait dengan tindakan, maksud, ataupun hubungan jangka panjang dengan Amerika Serikat dapat diperjelas.

    Dalam laporan tersebut disebutkan penyelidikan gabungan itu tidak membuat keputusan final atas kasus 9/11. Kelengkapan dan keakuratan hasil laporan pun masih belum final.

    CNN | VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.