Inilah Fethullah Gulen, Ulama yang Dituduh Otak Pelaku Kudeta

Reporter

Imam Fethullah Gulen. AP

TEMPO.COAnkara - Sejarah Turki terus diwarnai pertarungan militer yang mengklaim sebagai pendukung utama sekularisme yang digagas pendiri republik modern Turki, Kemal Ataturk melawan politikus agamis yang berusaha mengubah Turki jadi negara Islam. 

Situasi inilah yang memicu upaya kudeta di Turki terjadi empat kali dalam kurun waktu 56 tahun. 

Untuk kudeta kemarin malam, telunjuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengarah kepada Fethullah Gulen—ulama Islam yang memilih meninggalkan negaranya untuk hidup di Pennsylvania, Amerika Serikat pada tahun 1999—sebagai otak pelaku kudeta. 

Siapakah Fethullah Gulen yang kini berusia 75 tahun? Gulen merupakan politikus, ulama Islam, dan pebisnis sukses. Gulen mendirikan sekolah-sekolah yang tersebar di Turki dan sekitar 100 negara, pemilik imperium media, seperti surat kabar, televisi, dan radio yang tersebar di Turki hingga sejumlah negara.

Ia juga pendiri gerakan yang dinamai Hizmet (jamaah). Para pendukungnya yang berjumlah ribuan orang terinspirasi dengan pemikiran Gulen mengenai Islam yang modern.

Baca: Erdogan Tuding Otak Kudeta Musuh Politiknya Tinggal di AS

Para pengikut Gulen di Turki tersebar di sejumlah jabatan strategis, mulai polisi, agen khusus, penegak hukum, partai berkuasa AK, hingga militer. Menurut The Guardian, sekitar 10 persen dari populasi Turki diperkirakan pendukung setia Gulen. 

Kemarin malam, pendukung Gulen dituding sebagai pelaku kudeta yang menyebabkan sedikitnya 181 orang tewas dan lebih dari 2.800 orang ditangkap. Pemimpin kudeta Kolonel Muammer Kose tewas dikeroyok pendukung Erdogan. Pada Maret lalu, ia dipecat dari jabatannya di Departemen Penasihat Hukum Militer setelah ketahuan sebagai pendukung Gulen.

Sikap Gulen yang dinilai sebagai ulama muslim yang modern tak sepenuhnya dipercaya militer Turki dan Erdogan, yang sudah tiga periode berkuasa. 

Padahal Gulen sempat bersekutu dengan Erdogan hingga kemudian Gulen mengkritik pemerintahan Erdogan yang korup dan melibatkan anak-anak dalam praktek kotor itu pada 2013. Sejak itu hubungan keduanya memburuk. Sekolah-sekolah milik Gulen ditutup di Turki. 

Kenapa militer dan Erdogan sulit menerima Gulen? Mungkin ini jawabannya. Sebuah rekaman video mengenai pernyataan Gulen ditayangkan pada 1999. Pernyataan Gulen dianggap akan dan telah mendorong para pengikutnya melakukan infiltrasi ke berbagai badan atau lembaga di Turki. 

SIMAK: Ini Kronologi Kudeta Berdarah Militer Turki

"Kalian harus bergerak dalam arteri sistem ini tanpa seorang pun menyadari keberadaan kalian, hingga kalian meraih semua pusat kekuasaan... Kalian harus menunggu beberapa waktu hingga mendapatkan seluruh kekuasaan negara, sampai kalian mendapatkan semua kekuasaan dari lembaga konstitusi di Turki," pesan Gulen. 

Sejak itu, sejumlah pendukung Gulen di pemerintahan pun dimasukkan ke dalam bui, termasuk dua jurnalis investigasi Turki. 

Militer dan pemerintah sekuler Turki mencurigai motif Gulen yang terpancar dari pernyataan videonya itu. 

Meski tak diterima di Turki, Gulen dari rumahnya seluas 26 hektare di Pegunungan Pocono, Pennsylvania, Amerika Serikat, senantiasa mengajak semua pendukungnya untuk menjalankan ajaran Islam yang toleran, lebih banyak mendirikan sekolah ketimbang masjid, serta mendorong interaksi dengan orang-orang yang berbeda agama dan keyakinan melalui dialog.

GUARDIAN | BBC| NEW YORK TIMES| MARIA RITA






Turki Vonis Penjara Seumur Hidup Ratusan Orang Terkait Kudeta 2016

27 November 2020

Turki Vonis Penjara Seumur Hidup Ratusan Orang Terkait Kudeta 2016

Pengadilan Turki memberikan vonis kepada hampir 500 terdakwa yang terdiri dari ratusan perwira militer, pilot, dan warga sipil


Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Turki Tahan Ratusan Warganya

20 November 2020

Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Turki Tahan Ratusan Warganya

Pemerintah Turki mengeluarkan perintah penangkapan yang ditujukan kepada 101 warganya. Mereka dituduh merupakan jaringan dari organisasi teroris


Dituduh Bantu Fethullah Gulen, Satpam Konsulat AS Dipenjara oleh Turki

28 Oktober 2020

Dituduh Bantu Fethullah Gulen, Satpam Konsulat AS Dipenjara oleh Turki

Pengadilan Istanbul, Turki, memvonis penjara 5 tahun satpam Konsulat AS pada Selasa kemarin atas tuduhan membantu kelompok teroris Fethullah Gulen


Turki Buru 275 Personil Militer Pendukung Fethullah Gulen

9 Juni 2020

Turki Buru 275 Personil Militer Pendukung Fethullah Gulen

Pemerintah Turki masih memburu para figur yang diyakini terlibat dalam upaya kudeta tahun 2016 di mana Fethullah Gulen diyakini terlibat


Pengusaha Turki Ditangkap Hanya Beberapa Jam Setelah Vonis Bebas

19 Februari 2020

Pengusaha Turki Ditangkap Hanya Beberapa Jam Setelah Vonis Bebas

Pengusaha Turki Osman Kavala ditahan oleh polisi karena diduga terlibat kudeta gagal pada 2016, hanya beberapa jam setelah dia dibebaskan pengadilan.


Erdogan Beli S-400 karena Tidak Percaya Angkatan Udara Turki

18 Juli 2019

Erdogan Beli S-400 karena Tidak Percaya Angkatan Udara Turki

Pejabat AS menduga alasan Recep Tayyip Erdogan membeli S-400 Rusia karena tidak percaya Angkatan Udara Turki pascakudeta yang gagal terhadap dirinya.


Turki Minta Amerika Ekstradisi Fethullah Gulen dan 83 Pendukung

22 November 2018

Turki Minta Amerika Ekstradisi Fethullah Gulen dan 83 Pendukung

Pemerintah Turki mengirimkan daftar berisi 84 nama orang anggota FETO termasuk Fethullah Gulen kepada pemerintah Amerika untuk diekstradisi.


Presiden Trump Tak Akan Serahkan Fethullah Gulen ke Turki

18 November 2018

Presiden Trump Tak Akan Serahkan Fethullah Gulen ke Turki

Presiden Donald Trump menyangkal pemberitaan sebuah media di Amerika Serikat yang menyebut Fethullah Gulen akan dikembalikan ke Turki.


Jamal Khashoggi Tewas, AS Pertimbangkan Ekstradisi Gulen ke Turki

16 November 2018

Jamal Khashoggi Tewas, AS Pertimbangkan Ekstradisi Gulen ke Turki

Pejabat AS sedang mempertimbangkan untuk mengekstradisi Fethullah Gulen ke Turki agar Erdogan melonggarkan tekanan kasus Jamal Khashoggi ke Arab Saudi


Turki Desak Jerman Masukkan Gulen Kelompok Teroris

27 September 2018

Turki Desak Jerman Masukkan Gulen Kelompok Teroris

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Jerman agar memasukkan organisasi gerakan Fethullah Gullen sebagai teroris.